Haruskah Menikah Lagi?

Lain-lain, 22 April 2021

Pertanyaan:

Asalamullaikum wr wb maaf saya menikah karena hamil terlebih dahulu dan dinikahi oleh orang lain, sebelum hari H menikah orang yang mau menikahi saya ini meminta untuk berhubungan dalam kondisi saya benar" mengandung, apakah nikah yang saya lakukan sah secara agama walaupun sudah melakukan itu dengan orang yang bukan menghamili saya sebenarnya? Dan jika sudah melahirkan apakah harus menikah lagi,jika diharuskan bolehkan hanya secara siri?



-- Naura (Surabaya)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarkatuhu.

Menjawab pertanyaan diatas, bisa kita rinci menjadi beberapa poin:

  1. Hukum menikahi wanita yang sedang hamil oleh laki-laki lain yang bukan yang menghamilinya hukumnya haram, karena itu nikahnya batal, tidak sah. Karena tidak sah pernikahan tersebut, maka anda dan laki-laki yang menikahi anda belum sah menjadi suami dan istri. Rasulullah Saw bersabda:

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فلا يسقي ماءه زرع غيره

Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah dia menuangkan air maninya pada tanaman orang lain.” (HR. Ahmad )

Karena nikahnya batal maka harus diadakan pernikahan baru setelah anak yang dikandungan itu lahir. Allah berfirman:

وَأُولَاتُ الْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ

Para wanita hamil, masa iddahnya sampai mereka melahirkan.” (QS. At-Thalaq: 4)

  1. Nasab anak hasil perzinaan adalah ke ibunya. Maka jika anak itu perempuan dan ketika dewasa mau menikah, maka yang menjadi walinya adalah hakim. Dan anak hasil zina tidak mewarisi suami ibunya.
  2. Karena pernikahan anda tidak sah, maka anda wajib mengulang pernikahan setelah anda melahirkan. Dan pernikahan yang dilakukan dengan sirri sah secara agama.

Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc