Menahan Derita Selama 23 Tahun Dalam Pernikahan

Pernikahan & Keluarga, 25 April 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Saya Bambang

Saya memiliki Teman seorang Wanita berumur 43 tahun dengan Suami berumur 61 tahun.

Teman Saya ini berinisial Fz telah menikah selama 23 Tahun lamanya dan selama itu dia Menderita tidak Bahagia.

Pernikahannya dikarenakan perjodohan orang tua, pada saat umur 20 dia dijodohin dengan seorang pria yang selisih 20tahun diatasnya.

Dia tidak bisa menolak karena dia sangat menyayangi ibunya dia tidak mau ibunya terluka kebahagiannya, sementara dia korbankan kebahagiaan dia.

Selama pernikahan dia mencoba untuk mencintai tetapi tetap bisa, Apa yang dilakukannya hanya kewajiban sebagai istri tapi bathinnya selalu menolak dan sakit walaupun dia melayani suaminya.

Sementara sikap suaminya ini terhadap dia, tidak ada perhatian, kasih sayang seperti suami istri yang saling mencintai. Suami tidak begitu peduli. Istri pergi kemana tidak masalah yang penting pulang, kuping ditindik supaya dapat perhatian juga tdk peduli, rambut dicat juga tdk ada larangan sama sekali.

Teman saya Fz ini merasa butuh kasih sayang dan tempat yang nyaman untuk berlindung.

Dalam hati dia sudah tak kuat untuk mempertahankan rumah tangga ini, tapi semuanya kembali keanak dia terlampau sayang pada putra putrinya.

Sudah banyak lelaki yang mengajak menikah kepadanya.

tapi dia tidak bisa melakukan hal itu semua karena yang dipikiran teman saya fz takut ibunya kecewa dan kondisi puta putrinya.

padahal dia tidak bahagia dengan pernikahannya dan tak pernah mencintai suaminya. ingin rahasia ini disimpan sampai mati.

karena suaminya dimata semua orang sempurna.

Dan dia menyayangi lelaki lain yang jauh atau berbeda propinsi, infonya teman SMA. dia merasa bahagia dengan temannya tersebut apa yang dibutuhkan perhatian, kasih sayang, kepedulian itu dia dapat dari lelaki tersebut.

Nah hubungannya ketahuan Suaminya melalui pesan telegramnya.

dilema yang dialami nya

dia tidak ingin berpisah dengan anaknya

anaknya 3 orang 

1 laki laki lagi skripsi

1 wanita kuliah semester 1

1 laki laki 10 thn

yang buka pesan telegram itu putra pertamanya(marah besar)

Dia mengalami depresi akut.

dia tak ingin melanjutkan Rumh tangganya tapi memohon maaf kembali demi anak anaknya ( dimana dia tidak pernah memberi alasan selama 23 tahun menderita)

Sementara dia kepingin hidup bahagia dengan lelaki lain.

Tolong solusi permasalahan hidup teman saya

 

 



-- Bambang (Kabupaten Pelalawan)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik. Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian.

Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.

Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan  saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bila diperlukan bisa dengan menghadirkan fihak ketiga yang mempunyai kompetensi untuk menjadi penengah, dan bukan dengan curhat kepada orang lain, apalagi kepada laki-laki lain yang bukan mahromnya, hal tersebut justru terlarang dalam agama

Dan kesalahan lain yang dilakukan oleh teman wanita anda itu adalah ketika dia mencintai laki-laki lain disaat dia berstatus sebagai seorang istri, (bukankah yang demikian itu juga masuk dalam kategori selingkuh?), kami bisa pastikan bahwa itu bukan cinta yang lahir karena agama, tetapi itu adalah cinta karena hawa nafsu, dan kami juga sangat khawatir bahwa hal tersebut sangat akan mengecewakan ibunya

Oleh karena itu, saran kami seyogyanya wanita teman anda tersebut langsung berkonsultasi langsung kepada ustadz yang mempunyai kopentensi dalam hukum pernikahan dalam Islam

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb



-- Agung Cahyadi, MA