Tetap Berpisah Atau Pertahankan Rumah Tangga

Pernikahan & Keluarga, 26 April 2021

Pertanyaan:

Saya Ima 31thn memiliki 1 anak laki-laki berusia 7bln. Saya berumahtangga sudah 5thn dan sekarang saya sudah berpisah selama 3bln dengan suami karena suami saya selingkuh maaf sampai berzina, dia selingkuh dengan teman kerjanya yang  punyasuami & anak juga. Sebenarnya dari awal suami sudah mengakui, sudah minta maaf & meminta saya buat kembali lagi sama dia, dia janji tidak akan mengulanginya lagi & akan ninggalin selingkuhannya itu. Alasan dia berselingkuh katanya cuma ingin manfaatin keuangan si wanita, memang saat itu keuangan kita tidak stabil. Saya bimbang apakah saya harus kembali sama dia atau memulai kehidupan yang baru. Tapi kalau saya kembali sama dia, saya takut dia mengulangi lagi kesalahannya itu, orangtua saya juga sudah tidak merestui kalau saya kembali lagi sama suami. Tapi disisi lain, ketika melihat anak saya juga sedih anak saya harus berpisah sama ayahnya & seharusnya kita sama-sama membesarkan anak yang lama kita nantikan hampir 4thn. Dan selama kita berpisah suami tidak pernah memberikan uang untuk keperluan anaknya, memang sih orangtua saya bilang ke suami kalau biaya anak saya mereka yang tanggung. Saya sudah sholat istikhoroh, dalam mimpi suami masih berhubungan dgn wanita itu & dalam keseharian saya juga saya selalu merasa ragu & takut dia melakukan lagi hal itu & saya harus ekstra berjuang menjaga suami agar dia ngga melakukan hal itu lagi kalau saya kembali lagi sama dia. Saya juga istikhoroh dengan Al Qur'an, di Al Qur'an saya 2 kali ditunjukkan surat Al Qosos ayat 50. Minta tolong masukkannya. Terima kasih sebelumnya.



-- Ima (Karawang)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik. Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian.

Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.

Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan  saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bila diperlukan bisa dengan menghadirkan fihak ketiga yang mempunyai kompetensi untuk menjadi penengah

Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah anda dengan suami tersebut berlarut larut tidak ada ujungnya, Untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan suami anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada suami, dan saya melihat sepertinya sangat diperlukan hadirnya fihak ketiga yang kalian berdua yakini mempunyai kompetensi dalam hukum pernikahan dan kalian yakini mampu untuk menjadi penengah dalam mengurai problem yang sedang anda hadapi sekaligus menasehati kalian berdua dan lebih khusus kepada suami yang selama ini telah melakukan dosa besar dengan berselingkuh dan abai terhadap perannya sebagai seorang suami, hal tersebut perlu segera anda lakukan dalam upaya bersama mencari solusi terbaik

Dan menurut kami, kalau kemudian suami anda mau berjanji untuk bersungguh sungguh, menyesali akan dosa besarnya dan mau bertaubat dengan benar, dan kalau diperlukan semuanya ditulis diatas kertas bermeteri dan disaksikan oleh kedua orang tua anda dan mertua anda, maka lebih baik tidak mengambil opsi cerai

Disamping upaya tersebut, ada hal yang mesti anda lakukan yaitu mendekat kepada Allah dengan optimal, memohon agar Allah berkenan membuka hati suami anda secara khusus untuk memberikan yang terbaik untuk keluarga anda

Ketika upaya optimal telah anda lakukan, tetapi suami tetap dengan sikapnya sebagaimana yang anda sampaikan, dan anda sebagai istri sudah tidak lagi nyaman dengan kondisi rumah tangga anda, maka cerai barangkali bisa menjadi alternatif yang bisa anda tempuh

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb



-- Agung Cahyadi, MA