Zakat Tabungan

Zakat, 29 April 2021

Pertanyaan:

Assalammualaikum Wr. Wb.

Ustad, saya ingin bertanya mengenai zakat tabungan.  Pada tanggal 4 Syawal 1441 H (27 Mei 2020), tercatat tabungan saya di rekening bank telah mencapai nishab yaitu sebesar Rp. 450juta.  Beberapa bulan setelah itu, tabungan menurun.  Tercatat tanggal 15 Jumadil Awal 1442 (30 Des 2020) sebesar Rp. 137 juta.

Akan tetapi mulai tanggal 20 Jumadil Awal 1442 (5 Jan 2021), tabungan saya meningkat lagi sehubungan dengan saya mengajukan pensiun dini dari perusahaan sehingga saya mendapatkan uang pesangon dan pencairan BPJS. Selain itu, saya juga menjual saham saya di perusahaan.  Sehingga sampai hari ini (17 Ramadhan 1442; 29 April 2021) di tabungan saya tercatat sekitar 3.5 M.

Pertanyaan saya, apabila sampai tanggal 4 Syawal 1442 (berarti telah jatuh khaul sejak pencatatn pertama), bagaimana saya menghitung zakat saya?  Bolehkan saya menetapkan khaul baru utk dana besar yang saya terima di tanggal 20 Jumadil Awal 1442?

Mohon penjelasannya.  Jazakallah khairan.

Rosi
Depok

 



-- Selly Rosidah (Depok)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Menghitung haul zakat tabungan itu dimulai semenjak tabungan tersebut mencapai nishob, kalau dalam masa mulai tabungan tersebut mencapai nishob hingga jatuh haul (setahun kemudian) tidak berkurang hingga kurang dari nishob, maka semua tambahan langsung diakumulasikan dengan tabungan tersebut, sehingga haulnya dari semua tambahan mengikuti haul tabungan semenjak mencapai nishob

Berdasarkan penjelasan diatas, maka Haul (jatuh tempo wajib zakat) dari tabungan anda tetap bulan Syawal tahun ini

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-NYa

Wallahu a'lam bishshwaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA