Istri Dan Mertua

Lain-lain, 5 Mei 2021

Pertanyaan:

Saya pria 38 tahun baru menikah 2 tahun saya tinggal di rumah sendiri yang saya beli ketika belum menikah awalnya saya tinggal berdua dengan ibu saya ketika menikah saya tinggal bertiga Engan istri juga.istei saya tidak suka sama ibu saya karena dia sering dengar kata tetangga ibu saya pernah mengantisipasi meratapi nasib nya yg numpang di rumah kami tapi merasa di sia-siakan...Saya coba mencengkram ibu saya tapi istri saya balik marah Karan merasa saya dan ibu saya sedang ngomongin dia saya takut jadi anak durhaka tapi saya juga tidak mau kehilangan istri saya apa yg saya haia lakukan ...Ibu saya tidak punya tempat tinggal selain ikut saya....



-- Hamim (Tajur Halang Bogor)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu

Usia pernikahan anda masih sangat muda. Salah satu problem yang dihadapi pasangan muda adalah kesalah pahaman yang bermula dari perkenalan yang kurang banyak dan mendalam. Perkenalan yang baik akan melahirkan pemahaman yang baik, pemahaman yang baik akan melahirkan bantuan dan dukungan. Karena itu perlu ada proses saling mengenal, agar terjadi saling memahami, dan kemudian berlanjut pada saling membantu dan mendukung.

Jadi apa yang terjadi pada istri anda wajar saja karena memang belum cukup waktu untuk saling mengenal mertuanya. Dan ibu anda belum mengenal baik menantunya.

Ibu anda merasa disia-siakan oleh istri anda,padahal istri anda tidak pernah berniat sedikitpun melakukan itu,ibu anda juga barangkali tidak bermaksud mengatakan bahwa dia disia-siakan oleh menantunya, bisa jadi tetangga yang salah menangkap perkataan ibu anda, sementara anda juga merasa sudah cukup memberi yang terbaik yang bisa anda berikan kepada keduanya.

Untuk mengurai kesalahpahaman ini ada beberapa langkah yang bisa anda coba lakukan.

  1. Pahamkam kepada istri anda bahwa ini adalah proses adabtasi dengan ibu mertua. Suatu kewajaran jika diawal berkumpul dalam satu rumah terjadi kesalah pahaman, mengingat bahwa dia dan ibu mertua tidak pernah bertemu sebelumnya, mereka berdua berangkat dari keluarga yang berbeda dengan kebiasaan yang berbeda pula.

Lambat laun mereka akan saling memahami setelah berkali-kali salah paham. Awalnya bisa jadi menyakitkan, lama-lama akan terbiasa. Istri anda yang lebih muda harus lebih siap dengan perubahan, karena yang muda lebih mudah menyesuaikan diri daripada yang tua.

  1. Ajaklah istri anda berdiskusi dan bermusyawarah. Apa saja hal yang membuatnya berselisih atau tidak suka dengan ibu anda. Coba buat daftar hal yang disukai dan dibenci, atau hal positif dan negative dari ibu anda, kemudian berikan hal mana yang masih bisa ditoleransi dan mana yang tidak. Bisa jadi hal positif ibu anda lebih banyak daripada yang negative.
  2. Ajaklah istri anda dan ibu anda untuk melihat sisi positif dari masing-masing. Tidak ada orang yang luput dari kekurangan. Dengan melihat sisi positif orang lain akan lebih mudah untuk mengabaikan kekurangannya.
  3. Sampaikan kepada istri dan ibu anda bagaimana jika mereka bertukar posisi. Suruh membayangkan baimana jika istri anda berposisi sebagai ibu anda, dan ibu anda berposisi sebagai istri anda. Dengan membayangkan bertukar posisi seperti itu membuat keduanya mampu melihat orang lain dari sisi yang berbeda dan merasakan perasaan orang lain, bukan hanya melihat dan merasakan dari sudut pandang dan perasaan dia saja.

Inti dari masalah diatas adalah kurangnya ta’aruf atau saling mengenal. Proses saling mengenal kadang terjadi benturan, tapi dari benturan itu masing-masing belajar agar tidak terjadi benturan kembali. Wallahu alam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc