Hijrah Taubat

Hadits, 6 Mei 2021

Pertanyaan:

assalamualaikum saya ingin bertanya...

saya punya teman bernama fulan,

jadi dia dulu si fulan ini banyak melakukan kesalahan dan alhamdulillah sekarang sudah diberi hidayah oleh allah

tapi suatu saat dia kaget dan takut karena mendengar hadist tentang "KAUM MUJAHIRIN" yang tidak diampuni oleh allah

dia sangat takut baru karena mengetahuinya dan dulu dia pernah menceritakan aib²nya ke teman disaat masih belum bertaubat

A. apakah si fulan masih bisa diampuni allah jika dia bertaubat karena terlanjur menceritakan aibnya ?

 

B. apa yang harus dilakukan si fulan ?



-- Fulan (Jakarta)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Allah mengampuni segala dosa hambanya yang mau bertaubat. Allah berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (53) وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ (54)

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54)


Adapun apa yang dilakukan fulan yang telah menceritakan kemaksiatan yang dilakukannya dimasa yang lampau itu disebut mujaharah, pelakunya disebut mujahir, bentuk jamaknya mujahirin. Dalam hal ini rasululllah bersabda:

عن سالم بن عبد اللّه قال: سمعت أبا هريرة يقول سمعت رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم- يقول: كلّ أمّتي معافى إلّا المجاهرين، وإنّ من المجاهرة أن يعمل الرّجل باللّيل عملا، ثمّ يصبح وقد ستره اللّه فيقول: يا فلان عملت البارحة كذا وكذا، وقد بات يستره ربّه، ويصبح يكشف ستر اللّه عنه

Dari Salim bin Abdullah, dia berkata, Aku mendengar Abu Hurairah radhiyallahu’ anhu bercerita bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin (orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa). Dan yang termasuk terang-terangan berbuat dosa adalah seseorang berbuat (dosa) pada malam hari, kemudian pada pagi hari dia menceritakannya, padahal Allah telah menutupi perbuatannya tersebut, yang mana dia berkata, ‘Hai Fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begitu.’ Sebenarnya pada malam hari Rabb-nya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi pada pagi harinya dia menyingkap perbuatannya sendiri yang telah ditutupi oleh Allah tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits diatas menunjukkan bahwa dosa mujahirin tidak diampuni oleh Allah swt. Hal itu bertentangan dengan ayat diatas, bahwa Allah mengampuni semua dosa. Agar tidak terjadi pertentangan makna maka perlu didudukkan kedua dalil itu.

Perlu diketahui bahwa dosa yang dilakukan oleh manusia ada yang bisa diampuni oleh Allah tanpa taubat, dan ada dosa yang baru akan diampuni jika manusia itu bertaubat. Dosa-dosa kecil dapat diampuni oleh Allah dan dosa-dosa besar akan diampuni Allah jika manusia beristighfar dan bertaubat kepadaNya. Mujaharah termasuk dosa besar yang memerlukan istghfar dan taubat untuk membersihkan.

Allah maha pengampun bagi mereka yang  bertaubat,sebesar apapun dosa manusia. Allah berfirman dalam surat al Furqan 68-71


وَالَّذِينَ لا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلا بِالْحَقِّ وَلا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا (٦٨)

Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barang siapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat,

يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا (٦٩)

(yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada Hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,

إِلا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (٧٠)

kecuali orang-orang yang bertobat dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا (٧١)

Dan siapa yang bertobat dan mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya.

Dan Rasulullah saw bersabda:

 عن أنس رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول – قال الله تعالى : يا بن ادم إنك ما دعوتني ورجوتني غفرت لك على ما كان ولا أبالي , يا بن ادم لو بلغت ذنوبك عنان السماء ثم استغفرتني غفرت لك , يا بن ادم إنك لو أتيتني بقراب الأرض خطايا ثم لقيتني لا تشرك بي شيئاً لأتيتك بقرابها مغفرة – رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai anak Adam, selagi engkau meminta dan berharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampuni dosamu dan Aku tidak pedulikan lagi. Wahai anak Adam, walaupun dosamu setinggi langit, bila engkau mohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku memberi ampun kepadamu. Wahai anak Adam, jika engkau menemui Aku dengan membawa dosa sebanyak isi bumi, tetapi engkau tiada menyekutukanku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberi ampunan sepenuh bumi pula” (HR. Tirmidzi)

Maka agar fulan diampuni dosanya, dia harus bertaubat kepada Allah dengan cara:

  1. Menyesali semua dosa-dosa yang pernah dia ceritakan kepada orang lain itu.
  2. Melipaskan diri dari dosa yang pernah dia lakuka dan meninggalkannya.
  3. Berazam atau bertekat kuat untuk tidak mengulangi perbuatan maksiat yang pernah dilakukkannya.

Semoga dengan melakukan taubat seperti itu Allah mengampuni segala dosanya. Aamiin ya rabbal a’lamiin. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc