Bingung

Lain-lain, 15 Mei 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum pak ustadz saya mw tanya setiap saya pulang kampung ibu saya selalu ingin ditemani tidur kami tidak tinggal satu rumah sdangkan anak saya jg ingin tdur sama saya, istri saya ditanya bagaimn dia cuma bs jawab terserah tp saya tau hatinya sll pgn sama saya terus, pertanyaan saya dosa gak sih klo saya jadwal tidurnya satu hari sama istri dan anak dirumah sendiri dan satu hari sama ibu dirumah ibu saya?



-- Sultan (Solo)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Seorang anak laki-laki tidak putus kewajiban taat dan kasih sayang kepada orang tuanya dan meprioritaskannya meskipun dirinya sudah menikah dan punya anak. Hal ini berbeda dengan anak perempuan, jika telah menikah, maka suaminya menjadi prioritas baginya.Rasulullah saw bersabda:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu ketika ibu anda menginginkan anda tidur bersamanya, maka hendaknya itu menjadi prioitas melebihi yang lainya, apalagi hanya soal tidur malam selama anda pulang kampung. Waktu yang anda berikan untuk tidur bersama ibu anda tidak sebanding dengan waktu tidur anda bersama anak-anak. Bukankah anda selalu menemani tidur anak-anak anda ketika tidak pulang kampung? Bukankah ibu anda hanya meminta anda untuk tidur bersamanya selama anda pulang kampung?.

Berbahagialah anda masih diminta ibu untuk menemaninya tidur, itu kesempatan anda untuk meraih surga dengan berbakti kepada ibu. Sungguh merugi orang yang mendapati ibunya masih hidup dan tidak bisa masuk surga karena tidak sempat berbakti kepada orang tuanya. Rasulullah saw bersabda:

رَغِمَ أَنْفُ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ مَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ عِنْدَ الكِبَرِ، أَحَدُ هُمَا أَوكِلَيْهِمَا، فَلَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ

“Celaka, sekali lagi celaka, dan sekali lagi celaka orang yang mendapatkan kedua orang tuanya berusia lanjut, salah satunya atau keduanya, tetapi (dengan itu) dia tidak masuk syurga” (HR. Muslim)

Kesempaatan anda pulang kampung membersamai ibu justru harus dijadikan momentum untuk mengajarkan berbakti kepada orang tua. Anak-anak anda akan melihat langsung bagaimana ayahnya berbakti kepada orang tuanya, pengalaman dan apa yang dia lihat akan menjadi pelajaran yang akan diingat sampai dewasa dan dengan itu mereka nanti bisa meniru perilaku untuk berbakti kepada ketika anda telah tua.

Berikan pemahaman kepada istri dan anak-anak tentang keharusan seorang laki-laki menyikapi kehendak ibu dan kehendak anak-anak dan istri dengan sikap yang sesuai syariat. Semoga dengan pemahaman itu tidaka ada yang dikecewakan. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc