Komunikasi Buruk

Lain-lain, 17 Mei 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullahi wa barokatuh

Saya menikah  hampir 15 tahun yang lalu. Umur saya berbeda 6 tahun dengan suami. Kami dikaruniai 2 anak, laki-laki dan perempuan. Dari sebelum menikah, saya tahu kalau suami memiliki sifat yang sedikit pendiam tapi tetap perhatian.

Dilihat dari luar, pernikahan kami tidak bermasalah. Suami berperilaku baik, jarang sekali marah apalagi melakukan kekerasan fisik. Menafkahi saya dan anak-anak dengan baik. Suami juga rajin sekali mengantar saya berbelanja kebutuhan sehari-hari. Dan sering mengajak kami makan di restoran.

Tetapi semakin hari saya merasa pernikahan kami semakin bermasalah. Saya merasa kesepian, komunikasi yang buruk dan jenuh dengan keadaan yang begitu-begitu setiap hari.

Suami berangkat kerja jam 7 pagi pulang jam 8 malam. Sampai di rumah langsung mandi, makan, nonton TV, sibuk dengan gadget trus tidur. Tidak ada pillow talk diantara kami, apalagi sekedar bermain bersama anak-anak. Weekend pun sama, selalu sibuk dengan handphone nya. Apabila kami berbelanja atau jalan-jalan atau makan di luar pun tidak ada obrolan yang berarti. Seperti sekedar menunaikan kewajiban weekend saja, sampai rumah lanjut tidur lagi. Anak-anak pun menjadi kurang dekat dengan ayahnya. 

Untuk masalah keuangan pun suami tidak pernah terbuka. Saya hanya diberi secukupnya saja, untuk sisa gaji saya tidak tahu dipakai apa. Tapi yang pasti habis tak bersisa dan kami tak punya tabungan. Seringkali ibu mertua tiba-tiba menelepon mengucapkan terimakasih karena telah mentransfer uang kepada beliau, saya tidak tahu apa-apa dan hanya mengucapkan 'sama-sama bu'. Demi Allah saya bukan tidak rela suami memberi uang ke ibunya, saya hanya ingin diajak bicara, dianggap sebagai istri sebagai teman hidup. Belum lagi urusan uang dengan teman-teman nya. Sudah berulangkali suami tertipu, uang lenyap begitu saja tanpa dikembalikan oleh temannya.

Terakhir untuk masalah nafkah batin, sudah sangat jarang kami melakukan nya. Saya merasa sangaaat jauh dengan suami, merasa asing dan semakin tak mengenal.  Kami seperti dua orang asing yang terjebak dalam satu rumah. Saya sedih, kesepian dan merasa sendiri. Saya merasa tak lebih berharga dari pembantu rumah tangga. Hanya sekedar dipertahankan untuk mengerjakan tugas rumah tangga. 

Sudah berulangkali saya mencoba berbicara, dari halus sampai saya ngamuk membanting gelas karena frustasi. Tapi tidak ada perubahan apapun. Suami seperti tenggelam dalam dunianya sendiri, tidak punya empati pada anak dan istrinya. Saya juga beberapa kali minta cerai, walaupun saya bingung nanti menafkahi anak darimana karena saya tidak bekerja

Tolong saya apa yang harus saya lakukan

 

 

 



-- Luka Lara (Bekasi)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Manusia adalah makluk sosial, tidak bisa hidup tanpa berinteraksi, bergaul dan berkomunikasi dengan orang lain. Maka kami bisa merasakan hampanya rumah tangga anda. Dua orang yang diikat jalinan pernikahan, tetapi buruk dalam bersosialisasi verbal, jarang terjadi kontak wicara dengan pasangan.

Ada beberapa poin yang coba kami tanggapi:

  1. Kesadaran dan pengetahuan anda sejak awal, bahwa suami anda adalah pendiam, adalah modal yang baik bagi anda untuk menjalani kehidupan keluarga bersamanya, ibarat peta perjalanan anda sudah tahu rute perjalanan yang akan anda lalui sebelum anda berangkat, tapi anda baru merasakan dan menyadari serta merasakan dampaknya sekarang, setelah 15 tahun menjalani kehidupan rumah tangga.

Usia pernikahan 15 tahun adalah waktu yang cukup untuk saling mengenal satu sama lain secara baik dan bagaimana mencari solusi atas problem yang terjadi. Untuk problem pendiamnya suami anda,ada beberapa hal yang bisa anda lakukan, agar anda tidak merana dengan sikap pendiam suami anda:

  1. Terimalah ini sebagai sebuah kenyataan, bahwa suami anda adalah pendiam. Dengan demikian anda tidak lagi terlalu berharap perubahan yang banyak. Anda bisa focus ke hal yang lain yang bisa menutupi kekurangannya. Ibarat orang berjalan ketika menemui jalan buntu, akan mencari jalan lain untuk sampai ke tujuannya.
  2. Yang anda butuhkan saat ini adalah teman bicara dan teman untuk bersosialisasi yang tidak dapat anda dapatkan di rumah. Anda bisa menggantinya dengan ikut aktif kegiatan sosial di luar rumah yang ada di lingkungan tempat tinggal anda. Ketika anak anda masih kecil dan masih sangat tergantung dengan anda, maka anda masih bisa tersibukkan dengan urusan anak dan urusan rutin rumah tangga, tetapi begitu anak anda sudah mulai besar dn mandiri, anda merasa kesepian. Ikutilah kegiatan pengajian, kegiatan darma wanita, kegiatan peduli lingkungan dan kegiatan keagamaan dan sosial yang bermanfaat lainya. Atau anda bisa mengadakan kegiatan yang bisa menyalurkan bakat dan keahlian anda. Anda bisa mengadakan les atau kursus di rumah. Dengan demikian kebutuhan anda untuk berkomunikasi dan bersosialisasi akan terpenuhi dan kehidupan anda penuh warna, tidak terjebak pada rutinitas rumah tangga yang yang anda rasakan menjemukan. Aktualisasikan diri anda pada kegiatan yang positif, sehingga anda merasa bermakna dan berguna.
  3. Tidak ada orang yang sempurna, pasti selalu ada kekurangannya. Lihatlah sisi-sisi postif dan kebaikan suami anda, abaikan kekurangannya. Jika focus pandangan pada yang positif maka yang negative tidak akan tampak, sebaliknya jika focus pada yang negative maka tidak tampak yang positif, kekurangan sekecil apapun akan terlihat besar. bersyukurlah suami anda masih bertanggung jawab menafkahi keluarga, disana ada suami yang hanya menjadi beban istri, syukurilah suami anda yang masih mau pulang ke rumah seusai kerja, disana ada suami yang pulang kerja masih butuh mampir ke tempat maksiat untuk mendapatkan kenikmatan dari perempuan lain, syukurilah suami anda yang masih bersikap baik kepada istri dan anak, disana ada suami yang kepulangan ke rumahnya hanya menjadi derita bagi istri dan anaknya dan seterusnya. Fokuslah pada sisi positifnya, maka anda akan merasa ringan melihat kekurangannya.
  4. Terkait dengan kesibukan dia dengan HP. Cobalah anda cari sebabnya, kenapa dia melakukan itu. Jika dia melakukan hal itu karena tidak ada kesibukan ringan atau berat yang bisa mengalihkan perhatian dari HP, buatlah dia sibuk dengan kegiatan mengalihkan dari HP.

Anda juga harus tahu apa yang dikerjakan dengan HPnya, apakah main game, atau menonton dan membaca berita dan makalah yang meningkatkan kapasitas dirinya?. Jika dia main game maka anda bisa mendiskusikannya agar dia memberi waktu juga untuk keluarganya.

  1. Terkait dengan nafkah batin yang mulai jarang anda dan suami lakukan harus segera diakhiri. Kebutuhan batin itu seperti kebutuhan badan, badan perlu makan, jika tidak makan akan lapar, jika orang lapar bisa berbuat yang melanggar hukum untuk memenuhi kebuthan makannya. Kebutuhan batin yang tidak tercukupi membuat batin kering dan dampaknya pada keringanya pergaulan sehari hari dan bisa menjadi awal terjadinya perselingkuhan dan perzinaan.

Jika suami anda tidak bisa memulai terjadinya hubungan suami istri, tidak ada salahnya anda yang mengawalinya. Buatlah suami anda tertarik dengan diri anda agar tidak tertarik dengan wanita lain, na’udzubillah mindzalik. Semoga dengan itu anda dan suami terjaga dari perilaku tercela karena adanya WIL  (wanita idaman lain) atau PIL (pria idaman lain) dalam kehidupan rumah tangga anda.

Sebaik-baik wanita ada wanita yang jika dipandang suaminya menyenangkan, dengan suami melihat kesenangannya ada pada istrinya, dia tidak akan mencari kesenangan pada wanita lain. Semoga dengan terpenuhinya kebutuhan batin, suasana rumah lebih cair. Komukasi terjadi dan tidak sibuk saja denga HP, karena melihat kesengangannya ada pada istrinya bukan di HPnya.

Rasulullah saw bersabda:
قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِيمَا يَكْرَهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya; “Wahai Rasulullah, wanita yang bagaimana yang paling baik?” maka Beliau menjawab: “Wanita yang menyenangkan hati jika dilihat (suami), taat jika diperintah dan tidak menyelisihi pada sesuatu yang ia benci terjadi pada dirinya (istri) dan harta suaminya.” (HR. Ahmad)

  1. Pernikahan adalah menyatukan dua hal yang berbeda agar manusia menjadi sempurna hidupnya. Suami Anda pendiam, diberikan pasanagan yang tidak pendiam seperti anda. Jika suami anda pendiam dan anda juga pendiam, atau jika suami anda banyak bicara dan anda juga banyak bicara, apa jadinya keluarga anda. Karena itulah terimalah jodoh yang diberikan Allah kepada anda meskipun tidak seideal yang anda harapkan. Syukurilah, karena syukur itu menambah nikmat, dan kufur itu menghilangkan nikmat. Allah berfirman:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim:7)

Demikian yang bisa disampaikan semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc