Hukum Waris Dan Cara Pembagiannya

Waris, 23 Mei 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh .. Bismillahirrahmanirrahim ... Ayah Kami belum lama meninggal dunia meninggalkan 6 anak ( 1 anak lelaki yg sudah meninggal dan 5 anak perempuan yg masih hidup) dari istri pertama yang sudah meninggal lebih dahulu, kemudian ayah kami menikah lagi dan sampai akhir hayatnya dengan itri kedua tidak memiliki keturunan.

Sebelum meninggal Ayah punya wasiat secara lisan dan tulisan (tidak bernaterai dan tidak dinotarialkan) berpesan agar pembagian waris harus dibagi secara Hukum Al Quran dan ada aset berupa ruko yg tidak boleh dijual hasil sewanya saja yang dibagi secara hukum Al Quran.

Pertanyaan kami :

1.       Bagaimana cara mengitung dan membagi waris dari Pewaris menurut Al Quran :

A.      Pewaris mempunyai 6 Anak dari istri pertama yang sudah meninggal, 5 anak perempuan dan 1 anak laki-laki yg sudah meninggal, anak lelaki yg sudah meninggal ini meninggalkan istri, 4 anak perempuan dan 1 lelaki

B.      Pewaris juga memiliki istri Kedua menikah secara sah  namun dari pernikahan tersebut Pewaris tidak mempunyai keturunan.

 

2.       Bagaimana melaksanakan wasiat Pewaris tentang aset berupa ruko yang tidak boleh dijual dikarenakan menurut Pewaris hasilnya bagus dan cukup dibagi hasil sewanya saja, namun hasil musyawarah keputusan tidak bulat ada yang setuju tidak dijual dan ada yang  ingin dijual. Adapun beberapa aset tanah dan bangunan yang lain dari Pewaris dari hasil musyawarah keputusannya bulat. Menurut Hukum Al Quran bagaimana penyelesaian hal tersebut. Terima kasih sebelumnya.



-- Muhamad Rifai (Jakarta Selatan)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Dari penjelasan anda, maka bisa kami simpulkan bahwa ahli waris dari almarhum ayah anda adalah sebagai berikut :

1). Istri (yang masih hidup)   = 1/8

2). 5 anak perempuan  = 2/3 (dibagi untuk 5 anak perempuan tersebut)

3). 5 cucu (1 laki + 4 pr) dari anak laki-laki yang sudah meninggal = Sisa warisan, dengan cara pembagian 2:1 (cucu laki mendapatkan 2 bagian, dan cucu perempuan masing-masing mendapatkan 1 bagian)

Adapun wasiat almarhum perihal ruko itu tidak wajib untuk dilaksanakan, karena wasiat tidak berlaku untuk ahli waris, yang karenanya tentukan sesusai kesepakan seluruh ahli waris

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA