Istri Tidak Bisa Akur Dengan Ibu


Pertanyaan:

Assalamu'alaikum, saya memiliki permasalahan di keluarga saya. Saya sudah jalan 2 tahun berumah tangga, dan dari awal menikah saya dan istri tinggal bersama ibu saya, karna ibu saya hanya tinggal sendiri, dan sebagai anak satu satunya saya tidak tega apabila ibu saya harus tinggal sendiri, jadi saya memutuskan setelah menikah untuk tinggal bersama ibu saya dan istri saya mengiyakan. Tapi sekian waktu berlalu, akhir akhir ini istri saya seakan benci kepada ibu saya, bahkan ketika ibu saya minta tolong dibuatkan telur dadar wajahnya seperti kesal, dan setelahnya marah marah ke saya terkesan tidak mau melakukannya. Saya tidak tau apa karna perlakuan ibu saya yang tidak mengenakkan hatinya atau karna faktor lain. Ibu saya memang seorang ibu yang otoriter dan bawel, serta sering tanpa sadar ikut campur dalam rumah tangga saya. Sudah berkali kali saya jelaskan dan beri pengertian, tetap saja begitu, dan sering kali menyudutkan istri saya ketika saya dan istri saya sedang bertengkar atau selisih paham.

Apa yang harus saya lakukan? Bagaimana seharusnya sikap saya? Saya takut ibu saya tidak lagi ridha terhadap pernikahan kami, terlebih istri saya yang semakin hari semakin tidak ada rasa hormat kepada saya. Mungkin karna sudah lelah dan pusing dengan segala permasalahan atau karna akumulasi emosi yang sudah lama menumpuk.

Dan saya takut istri saya jadi semakin bertambah dosanya karna setiap hari berlaku seperti itu kepada saya dan ibu saya.

Bicara dengan istri dan ibu saya, sudah saya lakukan. Baik dan damai hanya sementara, beberapa waktu lagi ketika salah satu berulah, perang dingin lagi. saya tidak kuat setiap mereka perang dingin. Sempat terpikir untuk pisah karna istri saya pernah meminta pisah. Tapi saya sayang istri dan anak saya, juga ibu saya.

Tolong nasihat dan masukkannya, terima kasih banyak



-- Jingga (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik. Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian.

Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.

Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan  saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bila diperlukan bisa dengan menghadirkan fihak ketiga yang mempunyai kompetensi untuk menjadi penengah

Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah anda dengan istri tersebut berlarut larut tidak ada ujungnya, Untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan istri anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada istri, dan saya melihat sepertinya sangat diperlukan hadirnya fihak ketiga yang kalian berdua yakini mempunyai kompetensi dalam hukum Islam dan hukum pernikahan dan kalian yakini mampu untuk menjadi penengah dalam mengurai problem yang sedang anda hadapi sekaligus menasehati kalian berdua dan lebih khusus kepada istri anda yang abai dan kurang faham akan perannya sebagai seorang istri, khususnya sikapnya terhadap ibu mertuanya yang itu adalah ibu anda, hal tersebut perlu segera anda lakukan dalam upaya bersama mencari solusi terbaik

Disamping upaya tersebut, ada hal mesti anda lakukan yaitu mendekat kepada Allah dengan optimal, memohon agar Allah berkenan membuka hati ibu dan istri anda dan berkenan memberikan hidayah kepadanya secara khusus dan berkenan untuk memberikan yang terbaik untuk keluarga anda

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb



-- Agung Cahyadi, MA