Mohon Pencerahannya

Lain-lain, 31 Mei 2021

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarakatuh

Mohon pencerahannya apa yang harus saya lakukan, pernikahan saya sudah berjalan hampir 3 tahun istri saya ini mudah sekali marah dengan hal sepele jika dia marah orang lain pun ikut kena imbasnya yang sering kena saya dan orang tua saya pun kena kadang kadang sampai harus mengeluarkan nada tinggi menanggapi omongan orang tua saya, saya pun selalu memperingatkan dia agar selalu berubah takut kena batunya tapi selama ini tidak ada berubahnya saya menasehati dia pelan pelan tapi malah galakan dia pernah sewaktu waktu dia berbicara atau ngobrol dengan orang tuanya sendiri dia memakai kata gua atau elu, saya yang mendengarnya pun tidak etis seorang anak manggil gua elu kepada orang tua, saya nasehatin malah galakan dia sambil dia berkata " ya biarin aja kakak kakak gua yang ngajarin lagian orang tua gua juga selow gak ribet" saya mendengar dia berbicara seperti itu miris sekali selalu istighfar, kadang juga dia kalo marah orang tua saya pun kena imbasnya dengan nada tingginya yang keluar dari mulutnya saya pun emosi orang tua saya dilakukan seperti itu, kejadian seperti ini sudah beberapa kali sampai sampai orang tua saya menangis melihat kelakuan menantunya seperti itu dia selalu sabar menanggapinya, mohon pencerahannya apa yang harus saya lakukan sekarang ?



-- Rendy (Bekasi)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Sebelum membahas sikap istri anda, terlebih dahulu anda harus dipastikan sikap istri anda yang seperti itu merupakan watak yang terbentuk karena didikan dan pola asuh keluarganya, sehingga dia mengganggap hal itu sebagai suatu kewajaran, atau perilakunya itu baru saja muncul belakangan ini, yang dulu tidak pernah terjadi. Semoga dengan mengetahui latar belakangnya, memudahkan anda menyelesaikan masalahnya.

Sesungguhnya manusia itu tercipta dengan beragam perbedaan. Perbedaan itu untuk dikenali, dengan mengenali perbedaan itu orang akan saling memahami. Ketika telah saling memahami,maka perbedaan itu tidak dianggap sebagai masalah.

Menyikapi perilaku istri anda yang suka marah dengan hal sepele dan suka bernada tinggi, ada beberapa saran yang bisa disampaikan:

  1. Mudah marah adalah sikap yang tercela. Menahan amarah menjamin pelakunya meraih surga. Rasulullah bersabda:

Dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Wahai Rasulullah tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkan dalam surga.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda,

لاَ تَغْضَبْ وَلَكَ الْجَنَّةُ

Janganlah engkau marah, maka bagimu surga.” (HR. Thabrani ).

Karena itu berikan pemahaman bahwa perilakunya yang suka marah itu tercela dan berdampak buruk bagi dirinya dan orang lain. Jika dia telah menyadari bahwa perilakunya itu buruk, maka otomatis dia akan berusaha untuk memperbaiki diri sendiri,karena tidak orang yang ingin terus berperilaku buruk.

  1. Berikan saran dan solusi meredam amarah agar dia mampu mengendalikan marahnya dan emosinya. Bisa jadi dia ingin mengubah sikapnya itu tetapi tidak mengetahui caranya. Diantara saran yang bisa anda lakukan:
    1. Membaca ta’awudz.

Sulaiman bin Shurod radhiyallahu ‘anhu berkata,

كُنْتُ جَالِسًا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَجُلاَنِ يَسْتَبَّانِ، فَأَحَدُهُمَا احْمَرَّ وَجْهُهُ، وَانْتَفَخَتْ أَوْدَاجُهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا ذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ، لَوْ قَالَ: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، ذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ“

Pada suatu hari aku duduk bersama-sama Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam sedang dua orang lelaki sedang saling mengeluarkan kata-kata kotor satu dan lainnya. Salah seorang daripadanya telah merah mukanya dan tegang pula urat lehernya. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya aku tahu satu perkataan sekiranya dibaca tentu hilang rasa marahnya jika sekiranya ia mau membaca, ‘A’udzubillahi minas-syaitani’ (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan), niscaya hilang kemarahan yang dialaminya.” (HR Bukhari)

  1. Mengubah posisi tubuh. Misal mengubah posisi dari berdiri ke duduk. Dari duduk ke berbaring dan seterusnya. Rasulullah bersabda:

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ  وَهُوَ قَائِمٌ فَلْيَجْلِسْ، فَإِنْ ذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ، وَإِلاَّ فَلْيَضْطَجِعْ

Bila salah satu di antara kalian marah saat berdiri, maka duduklah. Jika marahnya telah hilang (maka sudah cukup). Namun jika tidak lenyap pula maka berbaringlah.” (HR. Abu Daud)

  1. Berwudlu . rasulullah bersabda:

إِنَّ الْغَضَبَ مِنْ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنْ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ

Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu.” (HR. Abu Daud)
3. Anda sebagai suami hendaknya bisa memberi nasehat dengan tepat. Nasehat bisa dengan lisan dan bisa juga dengan perbuatan. Jangan dibiarkan dia berperilaku buruk terus menerus. Jika perempuan dibiarkan bengkok,maka dia akan tetap bengkok, bila dia disikapi keras maka dia akan patah, dan patahnya adalah perceraian. Rasulullah bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ، فَإِنَّ المَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلاَهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ، وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ، فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ”

 

Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah bersabda: "Berwasiatlah (dalam kebaikan) pada wanita, karena wanita diciptakan dari tulang rusuk, dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah pangkalnya. Jika kamu coba meluruskan tulang rusuk yang bengkok itu, maka dia bisa patah. Namun bila kamu biarkan maka dia akan tetap bengkok. Untuk itu nasihatilah para wanita". (HR. Bukhari dan Muslim)

Demikian yang bisa disampaikan semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc