Menikah Dengan Istri Yang Punya Masa Lalu Kelam

Lain-lain, 1 Juni 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr.wb

Pak Ustadz yg saya hormati,

saya baru saja menjalani pernikahan yang bahagia selama 3 bulan dengan wanita pilihan yang sangat saya cintai dan sayangi, namun itu semua berubah ketika saya secara tdk sengaja mengetahui aib masa lalu istri saya yg kelam yaitu pernah berzinah dan masih menyimpan foto2 tsb dgn mantan pacarnya yg disembunyikan dari saya.

istri saya mengatakan sdh bertaubat tapi saya tdk melihat sdikitpun hal itu dari fakta yg saya peroleh. Karena saya merasa jika memang itu aib dan akan ditutup seharusnya tdk lagi disimpan. Saat ini kondisinya istri saya masih satu kantor dan berkomunikasi kerjaan dgn mantannya tsb.

Hati pikiran saya hancur seketika ustadz ketika mengetahui itu, iman saya gak mampu menyembuhkan rasa kecewa dan sakit hati yang begitu dalam Masya Allah. Saya merasa blom bisa ridho dan tidak bisa menerima semua itu, bahkan terjadi pertengkaran dan mengucap ingin berpisah dalam kiasan.

Saat ini yg bisa saya lakukan mencoba self healing dan bersyarat kepada istri selama satu bulan intropeksi masing2 diri sebelum menentukan keputusan akhir nnti bercerai atau tidak.

mohon dibantu pendapatnya dari sisi islam, hadis maupun anjuran sesuai syariat islam mengenai ini pak Ustadz.

Demikian, sekian dan terima kasih

 



-- Ario (Tangerang Selatan)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.
Manusia adalah tempat salah dan lupa.Setiap manusia mempunyai masa lalu baik dan buruk. Karena itu ketika sesorang mempunyai masa lalu yang buruk itu wajar dan biasa saja, yang penting bahwa keburukan itu tidak berlanjut hingga sekarang dan dimasa yang akan datang.

Karena manusia itu berpotensi untuk berbuat salah, maka kita maupun orang lain adalah sama saja. Tapi sebik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang mau bertaubat. Itulah obat yang bisa menghapus kesalahan yang dilakukan seseorang. Rasulullah saw bersabda:


كُلُّ بَنِيْ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْن

Seluruh anak Adam berdosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.”(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dalam proses taubat, ada orang yang cepat menjalani pertaubatan itu, dari hitam menjadi putih, dari maksiat menjadi taat dan seterusnya. Tapi ada juga orang yang perlu proses dan menjalani proses pertaubatan, sehingga perlu waktu untuk berubah menjadi lebih baik secara total.

Jika istri anda telah menyatakan bertaubat maka percayalah dengan kata-katanya. Adapun dia masih menyimpan beberapa foto masa lalunya barangkali itu adalah proses menuju taubatan nasuha. Bersabarlah dalam mengikuti jalannya menjalani proses taubatnya dan bantulah dia.

Untuk mempercepat pertobatan itu itu jangan menjauhinya, bantulah dia, dekati dia dan rangkul dia serta bimbing dia. Semoga dengan anda mendekatinya dan menerima masa lalunya maka dia akan segera berubah lebih baik. Jangan sampai dia semakin merasa bersalah dan berdosa sehingga hal itu semakin memupus harapannya untuk kembali kepada jalan yang baik. Jangan sampai seperti orang yang baru keluar dari penjara, dia mulai menyadari kesalahannya, tapi karena dia tidak mendapat sambutan yang baik dari lingkungannya,maka dia kembali ke jurang kemaksiatan.

Adapun dia sekarang masih berada di tempat kerja yang sama dan sering berkomunikasi dengan mantannya. Jika itu tidak bisa dihindari, maka hendaknya anda selalu mengingatkannya agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Tapi jika Anda bisa membantunya mencarikan tempat kerja yang baru maka carikan tempat yang baru, tapi akan lebih baik lagi jika anda merumahkan saja istri anda agar dia bisa menjalankan tanggung jawabnya sebagai istri, yaitu menjadi penanggung jawab urusan rumah tangga suaminya. Kembalikan kepada fungsi utamanya. Rasulullah saw bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ فَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ، وَالعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ، أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Amir (kepala Negara), dia adalah pemimpin manusia secara umum, dan dia akan diminta pertanggungjawaban atas mereka. Seorang suami dalam keluarga adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang istri adalah pemimpin di dalam rumah tangga suaminya dan terhadap anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang hamba sahaya adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya, dia akan dimintai pertanggungjawaban atasnya. Ketahuilah, bahwa setiap kalian adalah pemimipin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas siapa yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim )

Dengan anda mencarikan tempat kerja baru atau merumahkannya. Berarti anda telah membantunya menjauhi lingkungan yang tidak baik, yang pernah menjerumuskannya pada perbuatan yang tercela.

demikian yang bisa disampaikan. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc