Bercerai Atau Bertahan?

Pernikahan & Keluarga, 19 Juni 2021

Pertanyaan:

Isteri merasa lebih tenang dan nyaman tampa suami, dan sebaliknya suamipun merasakan yg sama.

Suami tinggal di luar istri tinggal di indo.

Apa yg harus dilakukan oleh suami dan istri tersebut?



-- Masanih (Jakarta Timur)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Jika dalam satu keluarga terjadi permasalahan antara suami dan istri maka hendaknya diselesaikan permasalahan itu sebelum mengambil keputusan untuk bercerai atau berpisah,caranya dengan mengambil juru damai yang mewakili dari masing-masing keluarga. Allah berfirman:

وَ اِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوْا حَكَمًا مِّنْ أَهْلِهِ وَحَكَمًا مِّنْ أَهْلِهَا إِنْ يُرِيْدَآ اِصْلَاحًا يُوَفِّقِ اللهُ بَيْنَهُمَا إِنَّ اللهَ كَانَ عَلِيْمًا خَبِيْرًا.

Artinya : “Dan jika kamu khawatir ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam (juru damai) dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan, jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Mengenal.” (An-Nisa’ ayat 35)

Jika kedua keluarga dan suami istri ingin kebaikan maka Allah akan mempermudah jalannya kebaikan itu. Tetapi setelah dilakukan ishlah dan upaya perdamaian ternyata suami dan istri merasa bahwa perpisahan itu lebih baik maka sebaiknya keduanya berpisah atau bercerai saja, daripada jika tetap dalam ikatan keluarga terjadi kedzaliman dan kekufuran yang membawa pada perbuatan dosa. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc