Haruskah Bertahan Demi Anak Atau Bercerai

Pernikahan & Keluarga, 23 Juni 2021

Pertanyaan:

Ass... Sdh 6th sy menikah dan dikarunia 1 anak perempuan usia 5 thn. Karna sulitnya ekonomi suami sy selingkuh dgn alasan biar kebutuhan anak tercukupi dan suami mengajak berpisah, tp sy tdk mau berpisah karna sy ingin mempertahankan rmh tangga sy dan demi anak dan karna sy juga msh menyintai suami. Suami sy kenal dgn selingkuhannya lewat FB dan blm pernah ktemu di dunia nyata baru tatap muka via vidio col, karna selingkuhannya saat ini jadi TKW di hongkong. Suami sy jg seperti orang bingung "pilih anak -istri atau selingkuhannya, karna suami saya dan mertua saya sdh banyak mendapatkan kiriman dari WILnya. Saya bingung apa yg harus sy lakukan utk bisa mempertahankan rumah tangga saya & demi psikis anak...? 



-- Aqilla (Ngawi)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahamtullahi wabarakatuhu.

“Jika kamu bermain api,kamu harus siap terbakar”. Itulah kira-kira kata yang tepat untuk menilai perilaku suami anda. Dia berselingkuh dengan wanita lain untuk mendapatkan sesuatu. Tujuan dia telah tercapai, karena wanita selingkuhannya itu membantu keuangan suami anda dan orang tuanya. Tetapi dengan itu dia telah terjerat balas budi selingkuhannya itu. Disini masalahnya.

Ada kesalahan yang dilakukan oleh suami anda, antara lain:

  1. Dia berselingkuh.
  2. Dia memanfaatkan selingkuhannya untuk diambil uangnya.
  3. Dia membari harapan cinta, yang belum tentu dia bisa memenuhinya karena dia sudah beristri.

Agar dia tidak terlanjur dalam dalam kesalahan dan semakin sulit membebaskan diri dari jeratan dosa itu, maka sebaiknya ingatkan agar dia menghentikan semua sandiwara ini. Bertaubat dari kesalahan ini.

Meskipun dengan menghentikan kesalahan ini dia akan kehilangan pemasukan dan akan mendapatkan amarah dari selingkuhannya itu. Tetapi itu lebih baik daripada berlanjut dalam gelimang dosa dan jeratan cinta terlarang yang semakin dalam. Jangan sampai dia terlambat menyadarinya dan akhirnya keluarga anda tidak tertolong dan jadi korban.

Dan sebaiknya juga anda ingatkan bahwa dia telah beristri dan beranak yang wajib dia syukuri. Jangan sampai dia mengejar cinta wanita lain dan kenikmatan yang belum pasti membahagiakan dia dimasa yang akan datang, justru kemudian berakhir dengan penyesalan. Hendaknya dia segera bertaubat. Rasulullah saw bersabda:

كُلُّ بَنِى آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ

Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Dan sesungguhnya seorang yang menikah dengan niat menjaga kehormatan diri, dia akan dibantu Allah swt. Karena itu kalau keluarga anda sekarang sedang mengalami kesulitan, maka hendaknya diteguhkan kembali niat menikahnya yaitu ingin menjaga diri dari perbuatan yang tidak diridlai Allah swt. Semoga dengan itu Allah mendatangkan bantuannya.Rasulullah saw bersabda:

ثَلاَثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللهِ عَوْنُهُمْ الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللهِ وَالمُكَاتَبُ الَّذِي يُرِيدُ الأَدَاءَ وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ العَفَافَ

 “Ada tiga orang yang Allah wajibkan atas diri-Nya untuk menolong mereka, Orang yang berjihad di jalan Allah, Budak yang memiliki perjanjian yang berniat memenuhi perjanjiannya, dan orang yang menikah dengan niat menjaga kesucian diri dari perzinahan.” (HR. At-Tirmidzi)

Berusahalah dengan sekuat tenaga untuk mempertahankan keluarga anda, demi masa depan anda, anak-anak dan demi menolong suami anda dari jeratan dosa. semoga dengan usaha anda suami anda sadar dan WILnya tidak melanjutkan hubungannya dengan suami anda.Wallahu a’lam bshowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc