Cerai

Lain-lain, 28 Juni 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum 

Saya saat itu bertengkar dengan suami saya, dan tidak sengaja mengatakan 

Istri : kamu memangnya mau cerai?

Suami : terserah kamu kalau kamu  mau gimana aku terserah kamu

Pernyataan seperti apakah sudah jatuh talak?



-- Mimi Raya (Kotamobagu)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Ketika seseorang bertengkar, pasti disertai dengan amarah. Marah yang dialami oleh orang yang bertengkar itu bertingkat-tingkat. Ada marah tingkat rendah, sedang dan tinggi. Orang yang tingkat marahnya tinggi seringkali membuat orangnya tidak mampu mengendalikan diri dan mengendalikan akalnya, akalnya tertutup sehingga dia tidak menyadari apa yang dikatakan, dan baru menyadarinya ketika kata-katanya telah keluar dan amarah mulai reda. Orang yang menyatakan talak dalam kondisi seperti ini tidak sah talaknya. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

 ﻻَ ﻃَﻼَﻕَ ﻭَﻻَ ﻋِﺘَﺎﻕَ ﻓِﻲْ ﺇِﻏْﻼَﻕٍ

Tidak ada Talak dan membebaskan budak dalam keadaan (hati/akal) tertutup” (HR Abu Dawud, Ahmad,Ibnu Majah dan Hakim)

Adapun terkait ucapan suami dan istri seperti dibawah ini:

Istri: kamu memangnya mau cerai?

Suami: terserah kamu kalau kamu  mau gimana aku terserah kamu

Maka bisa jatuh talak dan bisa juga tidak jatuh talak. Talak yang terjadi seperti diatas disebut talak ta’liq. Yaitu talak yang digantungkan terjadinya pada suatu perkara di masa mendatang. Dengan kalimat lain dialog diatas adalah seperti perkataan seorang suami kepada istrinya:” jika kamu mau cerai, maka kamu saya cerai”. Cerainya seorang istri tergantung dari kemauan dia sendiri. Jika dia menjawab:” iya, aku mau cerai”. Maka jatuh talak padanya. Jika dia menjawab:” tidak, saya tidak mau cerai”. Atau diam saja, maka tidak terjadi talak.

Karena itu, jatuhnya talak atau tidak sangat tergantung kepada jawaban istri. Jika dia menyetujui, maka otomatis jatuh talak, dan jika dia menolak maka tidak jatuh talak. Wallahu a’lam bishowab. (AS)



-- Amin Syukroni, Lc