Was Was Telah Murtad Karena Terlintas Kesyirikan Dalam Hati Dan Pikiran

Aqidah, 29 Juni 2021

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh, Pak Ustadz. 

Saya remaja dan saya was was telah melakukan perbuatan syirik, karena pernah pada saat saya menonton film luar negeri yang ternyata ada tanda salib di salah satu scene nya yang momentnya sedang menegangkan, dan saya was was saat itu merasa seperti mereka bisa berlindung pada tuhan mereka dan saya dalam hati terlintas ucapan nama tuhan mereka, saya jadi was was apabila saya telah berbuat syirik karena seakan akan seperti saya mempercayai tuhan mereka (naudzubillah), saya takut was was tersebut berasal dari diri saya sendiri dan bukan dari bisikan syaitan.

Sebelumnya sebelumnya juga jika saya melihat atau mendengar sesuatu yang merujuk pada kepercayaan agama lain, saya jadi was was dalam hati dan juga mungkin bisa menjadikan saya murtad tanpa saya sadari. Saya jadi iri kepada orang orang lain yang bisa merasa biasa saja saat melihat atapun mendengar sesuatu hal yang merujuk pada kepercayaan agama lain.  Dan juga saya sendiri selalu berpikir macam macam dan selalu berpikiran negatif tentang banyak hal dan akhirnya was was terus.

 

Bagaimana menurut Pak Ustadz? Apakah saya telah berbuat kesyirikan? Saya takut telah berbuat kesyirikan tanpa saya sadari, saya takut sekali karena dosa syirik termasuk dosa besar, saya jadi tidak tenang karena hal tersebut ustadz,

Apakah saya harus mengucap dua kalimat syahadat? Dan bagaimanakah bertaubat dari dosa syirik Ustadz?

 

Mohon jawabannya, Pak Ustadz.

Terimakasih

Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.



-- Anonim (Anonim)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Setiap manusia pasti pernah melakukan dosa. Baik itu dosa kecil maupun dosa besar. Bahkan dosa-dosa besar yang mungkin secara kasat mata tidak akan pernah terampuni. Tetapi perlu kita ketahui bersama bahwa Allah mengampuni segala bentuk dosa jika kita bertaubat. Bahkan ketika kita menghadap Allah dengan tumpukan dosa yang begitu menggunung.  Tapi jika kita bertaubat, maka Allah lebur semua dosa-dosanya.

Sebuah hadits yang patut jadi renungan, Anas bin Malik menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman :

”Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menyeru dan mengharap pada-Ku, maka pasti Aku ampuni dosa-dosamu tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya dosamu membumbung tinggi hingga ke langit, tentu akan Aku ampuni, tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikit pun pada-Ku, tentu Aku akan mendatangi-Mu dengan ampunan sepenuh bumi pula,” (HR. Tirmidzi no. 3540. Abu Isa mengatakan bahwa hadits ini ghorib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Hadits di atas menunjukkan bahwa Allah benar-benar Maha Pengampun. Setiap dosa –baik dosa kecil, dosa besar, dosa syirik bahkan dosa kekufuran- bisa diampuni selama seseorang bertaubat sebelum datangnya kematian walaupun dosa itu sepenuh bumi.

Hal ini dikuatkan pula pada ayat dalam Al Qur’an, Allah Ta’ala berfirman, “Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS. Az Zumar: 53).

Ibnu Katsir mengatakan, ”Ayat yang mulia ini berisi seruan kepada setiap orang yang berbuat maksiat baik kekafiran dan lainnya untuk segera bertaubat kepada Allah. Ayat ini mengabarkan bahwa Allah akan mengampuni seluruh dosa bagi siapa yang ingin bertaubat dari dosa-dosa tersebut, walaupun dosa tersebut amat banyak, bagai buih di lautan, ” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 12/138-139, Muassasah Qurthubah).

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah akan mengampuni setiap dosa walaupun itu dosa kekufuran, kesyirikan, dan dosa besar (seperti zina, membunuh dan minum minuman keras).

Sebagaimana Ibnu Katsir mengatakan, ”Berbagai hadits menunjukkan bahwa Allah mengampuni setiap dosa (termasuk pula kesyirikan) jika seseorang bertaubat. Janganlah seseorang berputus asa dari rahmat Allah walaupun begitu banyak dosa yang ia lakukan karena pintu taubat dan rahmat Allah begitu luas,” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 12/140).

Berdasarkan hal tersebut diatas, maka janganlah anda pernah ragu apalagi waswas, bahwa kesalahan kesalahan anda pasti akan Allah akan ampuni selama anda mau bertaubat dengan benar, dengan memenuhi hal hal berikut :

1. Tinggalkan dosa anda

2. Sesali apa yang telah anda lakukan

3. Berjanji dan berupaya dengan sungguh sungguh untuk tidak akan mengulangi perbuatan dosa tersebut

4. Lakukan hal tersebut dengan niat semata karena perintah Allah

5. Lakukan semuanya sesegera mungkin setelah anda sadar akan kesalahan tersebut

6. Banyak banyak beristighfar kepada Allah

7, Tidak perlu anda untuk bersyahadat ulang, tetapi akan lebih baik kalau anda banyak berdzikir dengan " La ilaha illaLLah ".

Demikian, semoga Allah berkenann untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA