Was Was Hal Hal Jahat Kepada Allah

Aqidah, 1 Juli 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr. wb,

Saya akhir akhir ini mendapat was-was menghina Allah, was-was syirik, serta was-was memikirkan hal hal jahat kepada Allah swt, hal hal jahat ini benar benar jahat bahkan saya tidak kuat mengatakannya, hal hal seperti mengingkari sifat-sifat Allah jg terpikirkan oleh saya, dan hal ini terus terusan terulang bahkan dalam waktu yg dekat, lalu yg dimaksud dengan jangan diungkapkan itu apa ya? karna suatu hari saya ingin memutarbalikkan hal jahat ini ke syaiton tetapi yg keluar dr mulut saya malah nama Allah, saya benar benar tidak sengaja dan tidak mau untuk syirik sekalipun. saya takut sekali tidak diampuni oleh Allah, mohon bantuannya. Terima kasih



-- Sha (Jakarta )

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Setiap manusia pasti pernah melakukan dosa. Baik itu dosa kecil maupun dosa besar. Bahkan dosa-dosa besar yang mungkin secara kasat mata tidak akan pernah terampuni. Tetapi perlu kita ketahui bersama bahwa Allah mengampuni segala bentuk dosa jika kita bertaubat. Bahkan ketika kita menghadap Allah dengan tumpukan dosa yang begitu menggunung.  Tapi jika kita bertaubat, maka Allah lebur semua dosa-dosanya.

Sebuah hadits yang patut jadi renungan, Anas bin Malik menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman :

Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menyeru dan mengharap pada-Ku, maka pasti Aku ampuni dosa-dosamu tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya dosamu membumbung tinggi hingga ke langit, tentu akan Aku ampuni, tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikit pun pada-Ku, tentu Aku akan mendatangi-Mu dengan ampunan sepenuh bumi pula,” (HR. Tirmidzi no. 3540. Abu Isa mengatakan bahwa hadits ini ghorib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Hadits di atas menunjukkan bahwa Allah benar-benar Maha Pengampun. Setiap dosa-baik dosa kecil, dosa besar, dosa syirik bahkan dosa kekufuran- bisa diampuni selama seseorang bertaubat sebelum datangnya kematian walaupun dosa itu sepenuh bumi.

Hal ini dikuatkan pula pada ayat dalam Al Qur’an, Allah Ta’ala berfirman, “Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS. Az Zumar: 53).

Ibnu Katsir mengatakan, ”Ayat yang mulia ini berisi seruan kepada setiap orang yang berbuat maksiat baik kekafiran dan lainnya untuk segera bertaubat kepada Allah. Ayat ini mengabarkan bahwa Allah akan mengampuni seluruh dosa bagi siapa yang ingin bertaubat dari dosa-dosa tersebut, walaupun dosa tersebut amat banyak, bagai buih di lautan, ” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 12/138-139, Muassasah Qurthubah).

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah akan mengampuni setiap dosa walaupun itu dosa kekufuran, kesyirikan, dan dosa besar (seperti zina, membunuh dan minum minuman keras).

Sebagaimana Ibnu Katsir mengatakan, ”Berbagai hadits menunjukkan bahwa Allah mengampuni setiap dosa (termasuk pula kesyirikan) jika seseorang bertaubat. Janganlah seseorang berputus asa dari rahmat Allah walaupun begitu banyak dosa yang ia lakukan karena pintu taubat dan rahmat Allah begitu luas,” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 12/140).

Berdasarkan hal tersebut diatas, maka janganlah anda pernah ragu apalagi waswas, bahwa kesalahan kesalahan anda pasti akan Allah akan ampuni selama anda mau bertaubat dengan benar, dengan memenuhi hal hal berikut :

1. Tinggalkan dosa anda

2. Sesali apa yang telah anda lakukan

3. Berjanji dan berupaya dengan sungguh sungguh untuk tidak akan mengulangi perbuatan dosa tersebut

4. Lakukan hal tersebut dengan niat semata karena perintah Allah

5. Lakukan semuanya sesegera mungkin setelah anda sadar akan kesalahan tersebut

6. Banyak banyak beristughfar kepadfa Allah

Demikian, semoga Allah berkenann untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA