Pembatasan Jumlah Pasien

Fiqih Muamalah, 6 Juli 2021

Pertanyaan:

Pertanyaan : Assalamualaikum. Pada saat pandemi covid yg merajalela spt saat ini, di tempat praktek, saya lakukan pembatasan jumlah pasien. Hal ini untuk menjaga kesehatan dan keselamatan diri sendiri,termasuk pasien dan pengantarnya agar tdk terlalu banyak berkerumun. Bagaimana hal ini ditinjau dari syariat Islam, apakah diperbolehkan ? Karena di hati sering bergejolak, tdk tega rasanya melihat pasien pulang karena kuota sdh terpenuhi, padahal di satu sisi, ilmu dan diri saya diperlukan. Saya takut tdk amanah dititipi ilmu oleh Allah SWT, yg harus saya pertanggung jawabkan kelak. Terima kasih. Wassalamualaikum.



-- Dr. H. Solakhudin (Banyuwangi)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Sesungguhnya apa yang telah anda lakukan dengan membatasi jumlah pasien karena telah melebihi jumlah/kuota tidaklah salah, apalagi dengan maksud untuk menjaga keselamatan dan kesahatan diri sendiri dan sekaligus menghindari madharrat, karena jika anda paksakan untuk melayani semua pasien yang datang yang bisa jadi tidak ada habis habisnya, justru akan membahyakan diri anda dan kawan2 tenaga medis lainnya

Dalam Islam ada kaidah fiqih yang bisa dijadikan dasar akan bolehnya apa yang anda tanyakan tadi, yaitu "لا ضرر و لا ضرار " artinya tidak boleh membahayakan diri dan membahayakan orang lain

Artinya jika anda harus paksakan diri dengan melayani semua pasien yang datang meskipun sudah melebihi kuota, maka bisa berpotensi untuk memberikan bahaya kepada anda dan kawan2 medis (kelelahan atau sakit misalnya), yang karenanya bisa menyebabkan untuk selanjutkan anda harus menutup klinik dan karenanya tidak lagi bisa melayani pasien berikutnya 

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamum 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA