Solusi Ketika Istri Tidak Cinta Suami, Namun Cinta Lelaki Lain, Dan Enggan Diajak Berhubungan

Lain-lain, 21 Juli 2021

Pertanyaan:

Assalammualaikum, 

Izin bertanya Wahai Para Asatidz, kami (saya dan istri) sedang dalam kondisi kebimbangan luar biasa. Saya ceritakan kronologinya sbb.

Saya Abi, usia 34 tahun, Kami sudah 8 tahun menikah dan dikaruniai seorang anak, di tahun ke 7 usia pernikahan, Istri saya kehilangan rasa cinta kepada saya. Dan beberapa bulan kemudian, istri jatuh hati pada lelaki lain dan istri sempat melakukan kesalahan. Istri berniat taubatan nasuha. Namun beberapa hari setelah niat itu, saya mengetahui sampai sejauh apa hubungan mereka karena rasa penasaran saya (saya sadar ini salah, karena tidak boleh mencari2 kesalahan istri yang sudah mau taubat). Sehingga hal ini membuat istri saya dan saya trauma serta terguncang. Akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan hubungan pernikahan selama 3 bulan dulu sambil mengevaluasi, introspeksi, serta ikhtiar utk bersatu kembali seperti suami istri yang utuh. Saya saat ini sudah mau menerima dia kembali, tanpa ada rasa jijik. Namun selama 3 bulan itu, istri selalu enggan jika diminta berhubungan biologis, bahkan seperti menghindar walau hanya disentuh tubuhnya oleh saya. Saya pikir memang ini trauma, namun saya merasa takut ini akan berlangsung lama, dan bisa membawa kami ke kemaksiatan lainnya jika berlangsung terus (karena istri nusyuz tanpa uzur, dan saya masih usia produktif). Selain itu, istri mengakui cintanya masih tertambat ke pria lain, sehingga cenderung tidak suka dengan saya sebagai suami. Istri merasa sudah ikhtiar tahajud, istikharah, bahkan berniat untuk ruqyah, namun seperti sulit utk mengembalikan cintanya ke saya seperti sedia kala. Padahal saya berusaha terbuka ke dia untuk katakan jika ada yang kurang dari fisik, penampilan, sikap saya, agar diungkapkan, tujuannya untuk diperbaiki, namun tidak ada jawaban dari istri. Istri bahkan sempat melontarkan perkataan, bisa tidak kita berkeluarga tapi tanpa berhubungan biologis selamanya, saya sudah infokan ke istri dengan lemah lembut, bahwa hal tersebut menyalahi kaidah pernikahan, dan dia hanya menangis. Sempat terlontar juga dari istri untuk saya agar cari istri lagi tapi jangan ceraikan dia demi anak (entah karena emosional sesaat atau tidak). Saya menolak karena saya merasa 1 istri saja saya masih gagal mendidiknya. Saat ini kami ikhtiar mencari Orang yang berilmu dan bijak, berharap dapat menemukan solusi dari permasalahan kami. Jazakallah khairan Ustadz atas jawabannya



-- Abi (Jakarta)

Jawaban:

wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

kami menyarankan anda dan istri konsultasi tatap muka dengan seorang psikolog. semoga dia bisa mengurai ragam perasaan dan traumanya. (as)



-- Amin Syukroni, Lc