Suamiku Tidak Mencintaiku

Lain-lain, 23 Juli 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr.wb

Saya sudah 5 tahun menikah dan dikaruniai 2 anak. Tapi suami saya sangat dingin dan cuek. Dia lebih suka keluar dengan temannya. saya tidak pernah dilibatkan dalam mengambil kputusan. saya juga tidak pernah diberi nafkah untuk mencukupi kebutuhan saya. kemana-mana gak pernah mau dengan saya. setiap hari wajahnya selalu cemberut dan tidak mau tersenyum.

Tidak pernh senda gurau. menghabiskan wkt brsama.dy lbih suka melihat video wanita 2 bugil.slu ngmg kasar.dy mw ngmg kalo menyuruh saya.slebihx tdk penh bicara.apapun usaha sy slu saya.sy krj tdk boleh.tp saya butuh ini itu dy gmw tau.

Dy sgt loyal dg temanx.uang brp juta pun hbs.sy sering memberi kan modal dr uang simpanan sampe perhiasan saya hbs.tp dy ttp slu bilang kalo saya pelit dan gmw tau urusan klg.ap2 slu rundingan dg org tuax.

Saya melahirkan pun saya di biarkan.hamil pun saya tdk prnh dimanja.dy slu menutupi bahwa dy sdh berkeluarga.sampek akhirnya dy kecantol janda.mmg tdk slingkuh secara fisik.kebetulan org tua sijanda itu rekan bisnis.jd alsan dy slu krn kerjaan.stiap saya mengeluh.saya sakit.dy tdk prnh peduli.tp disaat janda itu sakit dy sgt heboh bahkan hrs bolak balik krmhx meskipun br plg krj.

Saya dlu g prnh curiga.aq pikir mmg dy baik krn itu rekan krj.sering kirim makanan.bahkan kirim barang pun dy tdk ambil untung malah rugi.tp dy ttp ngotot kalo g ad perasaan.

Kami sgt sering pisah ranjang.dan dy sgt sering diemin saya.bahkan dalam 1 th mungkin akurnya cm 1 mgu.dulu sgt sering saya dipukuli.sy sdh bosan dg smw ini.saya Kpingin pisah tp ank saya kasihan.krn saya blm juga mendapat pekerjaan.

Mohon solusinya wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh



-- Aini (KABUPATEN SIDOARJO)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarkatuhu.

Apakah perilaku suami anda seperti yang anda ceritakan diatas terjadi sejak awal pernikahan ataukah terjadi beberapa tahun belakangan ini? Jika itu terjadi setelah sekian waktu anda menikah, tentu ada sebab yang mengubah sikapnya itu. Carilah penyebabnya, maka anda akan mudah menyelesaikan masalahnya.

Tapi jika kejadian itu sudah berlangsung lama dan semakin menjadi-jadi, maka sebaiknya anda melibatkan keluarga besar dari keluarga anda dan keluarga suami untuk mencari solusi terbaik. Kenapa harus melibatkan keluarga besar? karena suami anda telah melakukan tindakan nusyuz. Nusyuz seorang suami adalah tindakan mengabaikan kewajiban suami kepada istri dan keluarganya serta melakukan kedzaliman seperti KDRT dan perselingkuhan. Allah swt berfirman:

وَإِنِ امْرَأَةٌ خَافَتْ مِنْ بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ إِعْرَاضًا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا أَنْ يُصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًا ۚ وَالصُّلْحُ خَيْرٌ ۗ وَأُحْضِرَتِ الْأَنْفُسُ الشُّحَّ ۚ وَإِنْ تُحْسِنُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Annisa:128)

Apa yang dilakukan keluarga besar? Keluarga besar mengutus utusan yang mewakili keluarga masing-masing untuk mencari solusi damai, agar masalah segera selesai. Jika setelah diadakan musyawarah tidak juga ada perubahan, maka solusi bercerai adalah salah jalan terbaik, tapi jika anda tidak mau bercerai maka bersabar dengan segala kondisi adalah baik pula.

Terkait ketakutan anda jika anda bercerai darinya akan membuat anda dan anak-anak terlantar karena anda belum mendapat pekerjaan, tentu itu ketakutan yang tidak perlu ada, rizki bukan di tangan suami tetapi di tangan Allah. Jika tujuan anda berpisah adalah baik maka Allah akan memberi jalan yang baik pula. Rizki setiap orang telah dijamin Allah. Allah berfirman:

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

Dan tidak ada satupun makhluk yang berjalan di muka bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya” (Huud: 6).

Terakhir yang ingin kami sampaikan bahwa salah satu tujuan pernikahan itu sadalah lahirnya keluarga yang penuh ketenangan hidup dan limpahan kasih sayang. keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Dengan kondisi keluarga seperti itu apakah tujuan pernikahan anda telah anda dapatkan?.

Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc