Tentang Mandi Wajib

Lain-lain, 29 Juli 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum

Apakah boleh saat ditengah mandi wajib niat mandi wajibnya dan gerakan di ulang padahal tidak ada salah dalam gerakan mandi wajibnya? Dan juga apakah sah mandi wajib ku pas ulang nya?

Dan juga apakah tidak apa apa saat meyiram satu badan kanan cuma 2 kali siram dan kiri 3 kali siram apakah tidak apa apa?

 



-- Aidil (Makassar)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatulli wabaraktuhu.

Rukun mandi wajib ada dua:

  1. Niat
  2. Meratakan air keseluruh badan. Dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Jika seseorang sudah berniat untuk mandi wajib sebelum dia mandi,kemudian dia mengalirkan  air ke seluruh badanya dari ujung rambut sampai ujung kaki maka mandinya sah meskipun hanya dibasahi sekali saja. Allah berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَقْرَبُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْتُمْ سُكَارٰى حَتّٰى تَعْلَمُوْا مَا تَقُوْلُوْنَ وَلَا جُنُبًا اِلَّا عَابِرِيْ سَبِيْلٍ حَتّٰى تَغْتَسِلُوْا ۗ

Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati salat ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan, dan jangan pula (kamu hampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub kecuali sekedar melewati jalan saja, sebelum kamu mandi (mandi junub).. (QS. Annisa:43)

Tapi untuk sempurnanya mandi wajib, perlu dilakukan sunnah-sunnahnya yang dilakukan dan dicontohkan rasulullah saw. Yaitu:

1.memulai dengan mencuci tangan sebanyak tiga kali.

  1. membersihkan kemaluan.
  2. menyiram air ke kepala tiga kali dan menyela-nyela rambut agar air mambasahi sampai pangkal rambut.
  3. menyiram air ke seluruh badan, dimulai dari bagian tubuh sebelah kanan, lanjut ke bagian tubuh sebelah kiri, sampai basah semua anggota badan dan lekukan tubuh terbasahi semuanya sambil menyela antar jemari dan menggosok bagian tubuh yang bisa di jangkau.

Hal itu berdasarkan beberapa hadits yang menjelaskan tatacara mandi wajib

Rasulullah saw. Antara lain:

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: – كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا اِغْتَسَلَ مِنْ اَلْجَنَابَةِ يَبْدَأُ فَيَغْسِلُ يَدَيْهِ, ثُمَّ يُفْرِغُ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ, فَيَغْسِلُ فَرْجَهُ, ثُمَّ يَتَوَضَّأُ, ثُمَّ يَأْخُذُ اَلْمَاءَ, فَيُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي أُصُولِ اَلشَّعْرِ, ثُمَّ حَفَنَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ حَفَنَاتٍ, ثُمَّ أَفَاضَ عَلَى سَائِرِ جَسَدِهِ, ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَاللَّفْظُ لِمُسْلِم ٍ

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi junub (mandi karena keluar mani atau hubungan intim, pen.), beliau memulai dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian menuangkan air pada kedua telapak tangan. Lalu beliau mencuci kemaluannya. Selanjutnya, beliau berwudhu. Lantas beliau mengambil air, lalu menyela-nyelai pangkal rambut dengan jari-jarinya. Kemudian beliau menyiramkan air di kepala dengan mencedok tiga kali (dengan kedua telapak tangan penuh, pen.). Lalu beliau menuangkan air pada anggota badan yang lain. Kemudian, beliau mencuci kedua telapak kakinya. (Muttafaqun ‘alaih. Lafazhnya dari Muslim)

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَتْ مَيْمُونَةُ وَضَعْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – مَاءً يَغْتَسِلُ بِهِ ، فَأَفْرَغَ عَلَى يَدَيْهِ ، فَغَسَلَهُمَا مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلاَثًا ، ثُمَّ أَفْرَغَ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ ، فَغَسَلَ مَذَاكِيرَهُ ، ثُمَّ دَلَكَ يَدَهُ بِالأَرْضِ ، ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ ثُمَّ غَسَلَ رَأْسَهُ ثَلاَثًا ، ثُمَّ أَفْرَغَ عَلَى جَسَدِهِ ، ثُمَّ تَنَحَّى مِنْ مَقَامِهِ فَغَسَلَ قَدَمَيْهِ

Dari Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Maimunah mengatakan, “Aku pernah menyediakan air mandi untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau menuangkan air pada kedua tangannya dan mencuci keduanya dua kali-dua kali atau tiga kali. Lalu dengan tangan kanannya beliau menuangkan air pada telapak tangan kirinya, kemudian beliau mencuci kemaluannya. Setelah itu beliau menggosokkan tangannya ke tanah. Kemudian beliau berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung. Lalu beliau membasuh muka dan kedua tangannya. Kemudian beliau membasuh kepalanya tiga kali dan mengguyur seluruh badannya. Setelah itu, beliau bergeser dari posisi semula lalu mencuci kedua telapak kakinya (di tempat yang berbeda).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Terkait dengan pertanyaan yang anda sampaikan, sesungguhnya  mandi yang anda lakukan sudah sah dan sudah bisa mensucikan dari hadats besar. Meskipun hanya dibasuh kurang dari tiga kali. Wallahu a’lam bishowab.(as)



-- Amin Syukroni, Lc