Takut , Bingung , Dan Cemas

Lain-lain, 6 Agustus 2021

Pertanyaan:

Ustad mau tanya jika seseorang murtad belajar tata cara masuk islam  dari hp dan wifi yg bukan miliknya , apakah islamnya tertolak / tidak di terima , karena ada pertanyaan yg hampir mirip dengan pertanyaan ini yg diajukan oleh jamaah pengajian di sebuah tempat , kepada ustad salafi lulusan madinah arab saudi dengan motto mereka adalah kembali kepada al-quran dan hadis , jika ingin mengenal islam pedomannya adalah  al -quran dan hadis mereka  mengeluarkan  sebuah  hadis yg berbunyi  :    إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبً      
artinya: sesungguhnya allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik      
dan ada hadis lain yaitu :
ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ، يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ، يَا رَبِّ، يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ، وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ؟
kemudian nabi sallahu alaihi wasallam menyebutkan seseorang yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut (acak-acakan) dan berdebu, dia menengadahkan kedua tangannya ke atas (sambil mengatakan), “Ya Rabb, Ya Rabb”, namun makanannya berasal dari yang haram, pakaiannya berasal dari yang haram, dan tumbuh dari yang haram. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Bagaimana mungkin doanya tersebut dikabulkan?” (HR. Muslim no. 1015)

dan ada juga hadis yang berkaitan yaitu
قال صلى الله عليه وسلم ” من اشترى ثوبا بعشرة دراهم فيه درهم حرام لم يقبل الله منه صلاة مادام عليه.

“Rasulullah saw.bersabda:” Barang siapa membeli baju seharga sepuluh dirham, satu dirham diantaranya adalah uang haram,maka Allah tidak akan menerima shalatnya selama ia memakai pakaian tersebut.


apakah dengan adanya ketiga hadis tersebut menjadikan islamnya tertolak / tidak diterima pak ustad ?.............. 



-- Ali Mukti (Surabaya)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu

Dalam masalah yang anda tanyakan bisa ditinjau dari dua sisi. Sisi pertama ditinjau dari belajar dan prosesnya dan sisi kedua adalah masuk Islamnya

Dalam proses belajar seseorang itu melibatkan dirinya dan melibatkan alat yang dipakai untuk belajar. Alat belajar bisa dihukumi halal maupun haram.alat itu bisa berupa pulpen, buku, HP, Wifi dan lain-lain.

Orang yang belajar dengan menggunakan alat-alat yang diharamkan, tidak membuat belajarnya bernilai maksiat, dan ilmu yang didapatnya tidak menjadi ilmu haram. 

Adapun yang terkait dengan aktivitas belajar seseorang itu bisa dinilai baik atau buruk berdasarkan kepada perbuatan yang dilakukan itu perbuatan baik/ ketaatan atau kemaksiatan. Jika perbuatan itu adalah ketaatan maka dia dinilai kebaikan, jika perbuatan itu kemaksiatan dan melanggar hukum,maka dia dinilai kemaksiatan dan buruk meskipun alatnya yang dipakai halal dan baik.

Perbuatan yang baik yang disertai dengan niat yang baik itu akan diberikan pahala, niat yang baik yang tidak disertai dengan niat yang baik dia akan menjadi baik dimata manusia dan tidak ada nilai pahala di sisi Allah. Perbuatan buruk meskipun diniatkan baika dan dengan alat yang baik, dia tetap buruk.

Dengan demikian bisa disimpukan bahwasanya jika seseorang belajar menggunakan alat yang di larang maka dia berdosa karena menggunakan alat itu, tapi dari sisi perbuatan maka bisa jadi dia mendapatkan kebaikan disisi Allah.

Masuk Islam adalah amal baik dan diterima di sisi Allah subhanahu wa ta'ala jika diniatkan karena Allah semata meskipun  proses dan sebab  keislamannya itu berupa perbuatan yang tidak terpuji. Wallahu a’lam.

Adapun hadits yang menunjukkan bahwasanya Allah tidak menerima sesuatu dari hambanya kecuali yang baik maka hal itu pada amalan ibadah mahdhah, yaitu ibadah yang murni untuk Allah, seperti berdoa, shalat berqurban dan lain-lain. Berdoa dan shalat dengan baju yang haram tidak diterima Allah swt.

Demikian yang bisa disampaikan semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc