Perselingkuhan

Lain-lain, 7 Agustus 2021

Pertanyaan:

Istri saya selingkuh, saya mengetahuinya dr chat sosmednya, terlalu vulgar isi chat itu, tp dia membantah bahwasanya isi chat itu hanya kelakar doang, dia mengakui bahwa dia menyukai bahkan mencintai lelaki itu, tp dia msh ingat bahwa dia seorang wanita yg berstatus istri orang



-- Randy (Jakarta)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Setiap manusia mempunyai masa lalu. Terkadang sebagian masa lalu masih ada yang terbawa sampai ke masa sekarang, tak terkeculi kita. Jika masa lalu itu berupa keburukan maka taubatlah yang bisa menghapusnya. Rasulullah sersabda:

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Seluruh anak Adam berdosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat” (HR Ibnu Maajah)

Dalam proses taubat dan menyadari kesalahan, ada orang yang bisa langsung berubah dan ada yang bertahap. Karena itu, mereka yang masih dalam proses taubat nasuha,harus terus didampingi dan diingatkan agar tidak kembali kepada jalan yang salah.

Terkait dengan kasus yang anda sampaikan,sikap yang anda bisa ambil adalah, menerima itu sebagai kenyataan. Tetapi tidak sampai mengubah suasana hati yang sangat fatal,misal cinta menjadi benci atau sampai berfikir untuk menceraikannya. Bahwa dia punya hubungan dengan seseorang pada masa lalunya dan masih terbawa sampai sekarang maka sikapilah itu sebagai informasi yang Allah berikan kepada anda, agar anda bisa mencegahnya sebelum segala sesuatunya terlambat dan menjadi lebih parah.

Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk memperbaikinya:

  1. Bersyukur kepada Allah bahwa anda mendapatkan informasi perilaku istri anda yang masih kontak dengan sang mantan. Ini sinyal dari Allah agar anda menjaga istri dan keluarga dari api neraka. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.(at-Tahrîm:6)

  1. Percayalah dengan kata-katanya yang mengatakan bahwa dia hanya sekedar berkelakar dan dia tidak akan lebih dari itu, karena dia sadar bahwa dia telah menjadi istri anda.
  2. Setelah anda mempercayainya maka mintalah kepadanya agar membuang kontak dan segala hal yang terkait dengan sang mantan. Bagaimanapun masa lalu jika mendapatkan peluang akan membakar, ibarat api dalam sekam, jika dapat angin akan berubah menjadi apa yang besar.
  3. Berikan nasehat tentang kewajiban wanita ketika telah menikah, atau anda berikan buku atau video yang membahas tentang hal itu, agar semakin menguatkan dia untuk melepaskan diri dari godaan laki-laki hidung belang dan setia dengan keluarga.
  4. Bersikaplah tegas, bukan keras, dalam meluruskan kesalahannya. Tegas dan konsisten adalah kunci meluruskan bengkoknya perilaku wanita. Jika dibiarkan maka akan tetap bengkok, dan jika dikerasi maka dia akan patah, dan patahnya adalah perceraian. Rasulullah bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ، فَإِنَّ المَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلاَهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ، وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ، فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ”

 

Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah bersabda: "Berwasiatlah (dalam kebaikan) pada wanita, karena wanita diciptakan dari tulang rusuk, dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah pangkalnya. Jika kamu coba meluruskan tulang rusuk yang bengkok itu, maka dia bisa patah. Namun bila kamu biarkan maka dia akan tetap bengkok. Untuk itu nasihatilah para wanita". (HR. Bukhari dan Muslim)

Demikian yang bisa disampaikan semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc