Masalah Ekonomi

Lain-lain, 17 Agustus 2021

Pertanyaan:

Assalamu.alaikum 

mau tanya untuk pembagian suami kerja penghasilan sedikit dan istri kerja penghasilan banyak , bagaimna untuk pembagiannya , trimakasih 



-- Rani Rakhmawati (Pekalongan )

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga suami istri yang sama-sama bekerja, tidak ada batasan pembagian masing-masing. Suami memberikan gajinya 100% untuk keluarganya. Dia yang menanggung nafkah istri dan anak-anaknya. Allah swt berifrman:

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang baik”.(Al Baqarah : 233).

Berapa besar nafkah yang diberikan suami kepada keluarganya? Sebesar kemampuannya. Jika dia mampu banyak maka dia wajib memberi banyak, dan jika mampu sedikit maka dia wajib memberi sedikit pula. Allah berfirman:

لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ ۖ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ ۚ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَا آتَاهَا ۚ سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا

Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rizkinya hendaklah memberi nafkah dari apa yang telah Allah karuniakan kepadanya. Allah tidaklah memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang telah Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan” (Ath Thalaq : 7)

Adapun istri tidak wajib membelanjakan hartanya untuk menafkahi keluarganya. Jika istri berpenghasilan atau memiliki harta, kemudian dia mau membantu memenuhi kebutuhan keluarga secara suka rela maka itu bernilai infak baginya. Besaran dan prosentasenya tidak ada batasan tertentu. Rasulullah bersabda:

“Apabila seorang Muslim memberikan nafkah kepada keluarganya dan dia mengharap pahala darinya maka itu bernilai sedekah.” (HR Bukhari)

Dan jika istri rela dengan apa yang diberikan suaminya dan tidak mau mengeluarkan hartanya untuk keluarganya, tidak ada dosa baginya. Harta istri adalah hak penuh dirinya, harta suami adalah untuk keluarganya.

Dengan demikian bisa disimpulkan :Tidak ada pembagian khusus antara suami dan istri. Suami memberikan semua pengahsilannya untuk keluarga dan istri jika istri mau memberi secara sukarela tanpa paksaan diperbolehkan, besarannya bebas sesuai dengan kerelaannya. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc