Keislaman

Lain-lain, 25 Agustus 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum

Saya ingin bertanya tentang  was was tentang keluar agama, naaudzubhillah. karena saya pernah tidak sengaja membaca seperti syahadatnya agama orang lain.

Pertanyaan, apakah saya harus bersyahadat lagi



-- Andre Mauludin (Kuningan)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Allah memaafkan perbuatan yang dilakukan seseorang yang dilakukan tanpa disengaja. Rasulullah saw bersabda:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَال: «إِنَّ اللهَ تَجَاوَزَ لِي عَنْ أُمَّتِي: الخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ» حَدِيْثٌ حَسَنٌ رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ وَالبَيْهَقِيُّ وَغَيْرُهُمَا.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah memaafkan umatku ketika ia tidak sengaja, lupa, dan dipaksa.” (HR. Ibnu Majah dan Al-Baihaqi).

Karena apa yang anda lakukan, yaitu membaca sesuatu seperti bacaan syahadat orang lain, tanpa sengaja dan tanpa ada niat sama sekali, maka anda tidak perlu mengucapkan syahadat ulang. Anda masih sebagai seorang muslim.

Was-was itu datangya dari setan dan sebab kebodohan terhadap sesuatu. Agar anda terhindar dari was-was maka hendaknya anda selalu berlindung dari godaan setan yang membisikkan sesuatu yang tidak baik dalam hati manusia. Allah berfirman:


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ.مَلِكِ النَّاسِۙ.اِلٰهِ النَّاسِۙ.مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ.الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ.مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ.


Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhannya manusia.Raja manusia.Sembahan manusia.Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi.Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.Dari (golongan) jin dan manusia."

Sebab lain timbulnya was-was  adalah kebodohan atau sedikitnya ilmu. Was-was mudah dihilangkan dan bagi mereka yang memiliki ilmu tentang sesuatu. Dia tidak mudah diganggu dengan pikiran yang tidak jelas dasarnya. Dengan ilmu dan pengetahuan seseorang mampu mengabaikan was-was itu, karena dia tahu bahwa sesuatu yang menjadi was-was itu tidak benar adanya. Wallahu alam bishawab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc