Cemburu

Lain-lain, 4 September 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum, bagaimana caranya agar bisa kembali percaya kepada pasangan kita lagi, sedangkan dia pernah foto mesrah dengan wanita lain, dia sekarang sudah berubah tapi saya kok masih belum bisa percaya, masih terbayang2 dengan kelakuannya itu, apa perlu saya konsultasi ke psikolog untuk menghilangkan bayangan kelam itu



-- Winda (Sidoarjo)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Sesuatu yang sangat menyakitkan hati maupun sangat menyenangkan hati memiliki kesan yang kuat dalam hati, sehingga sulit untuk dihapus dari ingatan. Semakin menyakitkan atau semakin menyenangkan maka akan semakin sulit dihapus. Hal itu wajar saja, dan untuk menghilangkannya dan menghapuskan semuanya hampir bisa dikatakan mustahil, dia datang tanpa diundang dan muncul begitu mendadak.

Meskipun tidak mungkin hilang dari ingatan, tapi masih bisa dikurangi kuatnya rasa sakit sebagai dampak dari kejadian itu. Jika diawal kejadian perasaan itu begitu menyakitkan dan sering muncul, maka rasa itu bisa dikikis dan dikurangi durasi kemunculannya sehingga tidak berdampak negative pada diri sendiri dan orang lain.

Diantara dampak negatif dari pengkianatan suami kepada istri adalah hilangkanya kepercayaan kepada suami, meskpun dia sudah berubah.

Untuk mengikis rasa tidak percaya kepada suami dan mengembalikan kepercayaan kepadanya, bisa kami sampaikan beberapa alternatif berikut:

  1. Hendaknya seorang istri berfikir dan merenung dengan akalnya, bukan dengan perasaannya.Apa yang menjadi sebab suami berfoto mesra dengan wanita lain. Secara sadar dan jujur istri bisa menulis poin-poin yang bisa menjadi penyebab kejadian itu. Semakin rinci poinnya maka akan semakin mudah mengurainya. Karena bisa jadi kejadian itu bukan semata kesalahan dirinya, tapi bisa jadi karena sebab orang lain atau sebab istrinya.

Jika sebab sesuatu bisa ditemukan,maka akan mudah menemukan terapinya.

  1. Hendaknya istri tersebut memikirkan dampak negatif dari buruk sangkanya dan hendaknya dibuang jauh saja pikiran buruk itu. Karena pikiran yang buruk akan berdampak pada sikap yang buruk. Dan sikap yang buruk hanya akan memperburuk keadaan.
  2. Hendaknya istri melapangkan hati dengan memberi maaf atas kesalahan yang pernah dilakukannya. Setiap orang punya masa lalu, tapi setiap orang juga punya masa depan. Setiap orang juga pernah keliru, tapi dia juga memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Bukankah perbuatan yang baik itu bisa menghapus dosa dan kesalahan. Jika Allah bisa memaafkan dan menghapus kesalahan dengan perbuatan baik, kenapa kita sulit memaafkan orang yang pernah berbuat salah. Rasulullah bersabda:

عَنْ أَبِي ذَرّ جُنْدُبْ بْنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذ بْن جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

Dari Abu Dzar, Jundub bin Junadah dan Abu ‘Abdurrahman, Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda: “Bertaqwalah kepada Allah di mana saja engkau berada dan susullah sesuatu perbuatan dosa dengan kebaikan, pasti akan menghapuskannya dan bergaullah sesama manusia dengan akhlaq yang baik”.
(HR. Tirmidzi)

Hendaknya istri memaafkan suami karena dia telah mengikuti kesalahannya dengan kebaikan yaitu sikapnya berubah lebih baik.

  1. Masa lalu bukan untuk dikenang, masa lalu untuk diambil pelajaran. Memaafkan itu melegakan. Memelihara curiga hanya semakin membebani diri dan orang lain.

Demikian beberapa saran yang bisa disampaikan dan semoga bermanfaat. Jika anda masih tetap belum bisa menghilangkan rasa curiga. Silahkan anda berkonsutasi kepada psikolog atau orang lain yang anda anggap bisa membantu anda menyelesaiakn masalah anda. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc