Mohon Pencerahan Untuk Menyelamatkan Pernikahan

Pernikahan & Keluarga, 8 September 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb. Saya laki laki 36 tahun dengan seorang istri 30 tahun dan alhamdulillah sudah dikaruniai 3 anak laki laki. Saya mempunyai permasalahan di dalam rumah tangga dikarenakan saya pernah berbohong kepada istri mengenai masa lalu saya dan pernah menjalin pedekate kepada wanita lain walaupun itu hanya sekedar berbincang dan tidak melanjutkan ke arah perselingkuhan dan saya akui itu salah dan waktu kejadian sudah lama. Ditambah lagi dengan kondisi rumah yang berdekatan dengan orang tua saya. Sehingga sering terjadi hal yang kurang mengenakan buat istri saya. Masalahnya sekarang istri saya sering menuntut untuk berpisah. Saya sangat mencintai istri dan anak saya. Saya tidak mau berpisah dengan mereka. Saya bersedia untuk melakukan apapun untuk mempertahankan rumah tangga saya. Mohon saran dan masukan nya.



-- Lutfi Raharja (Majalengka)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Istri anda sering meminta untuk berpisah, tentu ada sebabnya, tidak muncul begitu saja. Hal pertama yang harus anda lakukan adalah mencari sebab munculnya tuntutan itu. Dengan mengetahui sebabnya maka akan mudah mendapatkan solusinya.

Jika yang menjadi penyebabnya adalah kebohongan Anda tentang masa lalu Anda, maka anda bisa meyakinkannya bahwa apa yang anda lakukan adalah telah menjadi masa Lalu Anda dan  tidak akan terulang kembali. Tentu komitmen dari apa yang Anda katakan tidak akan langsung dia percaya, perlu waktu lama untuk meyakinkannya. Sikap dan perkataan anda pasti akan terus dipantau dan selama dia masih meragukan anda, maka anda harus terus membuktikan bahwa masa lalu anda itu tidak terbawa sampai sekarang dan telah menjadi masa lalu dan saatnya membuka lembaran baru.

Sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah mereka yang mau bertaubat, dengan menyesali perbuatan itu,melepas dan menjauhinya, dan bertekad untuk tidak mengulanginya. Rasulullah saw bersabda:

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Seluruh anak Adam berdosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat” (HR Ibnu Majah)

Terkait dengan permintaan  atau tuntutan istri anda untuk berpisah, anda harus mensikapinya dengan dewasa dan tidak gegabah. Ada beberapa saran yang bisa kami sampaikan, antara lain:

  1. Anda memang salah dengan berbohong tentang masa lalu anda, tapi jangan berlebihan merasa bersalah dan menyalahkan diri sendiri. Bukankah salah adalah bagian yang tak terpisahkan dari manusia. Selama anda sudah menyadarinya kesalahan itu dan sudah bertaubat dan memperbaiki diri, maka hal itu sudah cukup.
  2. Nasehatkan kepada istri anda,bahwa meminta cerai tanpa alasan yang dibenarkan syariat adalah berdosa. Rasulullah saw bersabda:

أيُّما امرأةٍ سألت زوجَها طلاقاً فِي غَير مَا بَأْسٍ؛ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الجَنَّةِ

Wanita mana saja yang meminta kepada suaminya untuk dicerai tanpa kondisi mendesak maka haram baginya bau surga” (HR Abu Dawud dan At-Turmudzi )

  1. Dengan adanya kasus ini hendaknya anda meningkatkan kebaikan kepada istri dan anak. Perhatian anda kepada mereka melebihi sikap anda kepada mereka sebelum ini. Anda harus menjadi orang yang terbaik untuk keluarga. Seperti yang diperintahkan Rasulullah saw.

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي

 “Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya. Dan aku orang yang paling baik bagi keluargaku” (HR. At Tirmidzi dan Ibnu Majah)

  1. Sikapilah rasa cemburu istri dan sikap buruk lain sebagai dampak dari masa lalu anda dengan sabar. Karena hanya sabar yang bisa meredam bara api amarah. Ibarat api disiram dengan air. Kemarahan dibalas dengan kemarahan hanya akan melahirkan kemarahan lebih besar. Ibarat api disiram minyak.

Jadikan sabar dan shalat sebagai penolong mengatasi masalah yang anda hadapi. Allah berfirman:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

"Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk (QS. Al Baqarah:45)

  1. Kelembutan dan ketegasan adalah modal untuk meluruskan sikap wanita, karena wanita tercipta dari tulang rusuk. Wanita itu jika dibiarkan akan berlarut dalam kesalahan, tetapi jika diperlakukan dengan keras maka dia akan patah,patahnya wanita adalah cerainya. Rasulullah saw bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ، فَإِنَّ المَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلاَهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ، وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ، فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ”

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah bersabda: "Berwasiatlah (dalam kebaikan) pada wanita, karena wanita diciptakan dari tulang rusuk, dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah pangkalnya. Jika kamu coba meluruskan tulang rusuk yang bengkok itu, maka dia bisa patah. Namun bila kamu biarkan maka dia akan tetap bengkok. Untuk itu nasihatilah para wanita". (HR. Bukhari dan Muslim)

Itulah beberapa saran yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc