Istri Meninggal

Lain-lain, 9 September 2021

Pertanyaan:

Maaf istri saya meninggal dunia setahun yg lalu maaf tapi saya punya seorang pembantu perempuan dan dia janda dirumah sejak istri saya masih hidup sampai sekarang saya masih tinggal berdua sama pembatu saya masih ikut saya saya berkeinginan menikahi pembatu saya tapi surat cerai dibawa mantan suaminya jadi saya belum bisa nikah apa bila pada ahkirnya saya berhubungan apa hukumnya makasih



-- Iwan Rb (Wonogiri)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Bila anda ingin menikahi pembantu anda, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar tidak terjadi masalah dikemudian hari, baik secara hukum agama maupun hukum positif/hukum Negara. Beberapa hal itu antara lain:

  1. Pastikan bahwa wanita yang akan anda nikahi itu telah bercerai dengan suaminya. Hal itu bisa dibuktikan dengan adanya surat cerai jika mereka bercerai melalui pengadilan agama.

Jika wanita yang akan anda nikahi itu mengatakan bahwa surat cerai dibawa oleh suaminya, semestinya dia juga menerima surat perceraian itu. Jika ternyata dia tidak memilikinya, maka dia atau anda bisa meminta informasi dari pengadilan tempat pelaksanaan sidang perceraian. Jika itupun juga tidak dimungkinkan maka anda bisa meminta kesaksian atas perceraian mereka kepada keluarga atau saudaranya.

Hal ini semua dikakukan untuk menghindari pernikahan dengan wanita yang masih berstatus istri orang lain.

  1. Jika telah ada kepastian wanita itu telah bercerai dari suaminya, baik terbukti dengan adanya surat perceraian atau karena sebab persaksian. Maka hendaknya anda mensegerakan pernikahan dengan wanita itu, agar tidak menjadi fitnah bagi anda dan wanita itu. Karena haram hukumnya seorang leki-laki dan perempuan berduaan tanpa mahram. Rasulullah saw bersabda:

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّوَمَعَهاَذُو مَحْرَمٍ

Janganlah seorang laki-laki itu berkhalwat (menyendiri) dengan seorang wanita kecuali ada mahram yang menyertai wanita tersebut.” (HR. Bukhari & Muslim

  1. Jika karena anda terkendala untuk menikah secara formal di kantor urusan agama, disebabkan karena tidak ada surat perceraian, maka anda bisa melangsungkan pernikahan secara agama saja atau nikah sirri. Dengan pernikahan seperti itu anda dan wanita itu sah menjadi suami-istri dan berhak berhubungan layaknya suami dan istri.Namun nikah seperti ini rawan timbul masalah dikemudian hari. Hal ini yang harus mendapat antisipasi dari anda dan wanita yang hendak anda nikahi itu. Karena itu sebisa mungkin usahakan untuk menikah secara formal di KUA untuk menjamin kepastian hukum bagi anda berdua.
  1. Jika sebelum pernikahan yang sah terjadi hubungan suami istri, maka hukumnya adalah zina.

Demikian beberapa hal yang bisa disampaikan, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc