Suami Selingkuh Hingga Punya Anak

Pernikahan & Keluarga, 12 September 2021

Pertanyaan:

Assalammualaikum

Suami saya 5 hari yang lalu tiba2 mengungkapkan sebuah kejujuran. Dulu di tahun 2016 , dia selingkuh dg teman 1 kantornya & rupanya membuahkan hasil (anak laki2) tanpa ikatan pernikahan, saat itu saya sakit, tp alhamdulillah bisa menerimanya

Hanya saja suami saya tidak diperbolehkan berjumpa dg anaknya tsb hingga saat ini. Hanya 1x saat dia lahir. Keesokan harinya dia sudah tidak bs lg dipertemukan dg anaknya

Saya mencoba mengorek lg, rupanya suami saya masih mencintai selingkuhannya tsb, apalagi krna adanya anak

Saya berulangkali mencoba meminta minta dilepaskan, tetapi ia tdk mau

Saat saya bertanya cb usaha jumpai mantan selingkuhannya tsb, dia blg tdk bs jika blm berpisah dg saya. Krna pasti tdk akan diterima

Lalu saya menyarankan agar saya yg mengajukan gugatan, dia berkata jika itu yg terbaik lakukan apa yg menurut saya baik.

Lalu saya mencoba bertanya dulu, lebih baik berpisah dulu dg saya/mencoba bertemu dg mantannya tsb, jawaban dia berpisah dl agar bs diterima oleh mantannya. Krna jika tdk dia tdk akan diterima

Lalu saya mengatakan alasan saya knp saya bertanya sprti itu, pdhl saya berharap dia menjawab akan berjumpa dahulu dg mantan.a agar saya bs mncoba bertahan. 

Tp rupa.a jawaban dia lebih memilih berpisah dl

Setelah saya ungkapkan alasan saya, dia berubah jawaban, dia berkata dia jg sdg menguji saya, bagaimana reaksi saya jika dia mnejawab demikian

Bagaimana yg harus.a yg tepat saya lakukan kepada pernikahan saya ini ?

Apakah saya harus bertahan / melepaskan ?

 

Terimakasih.



-- Ummu Rizky (Batam)

Jawaban:

Wa alaikum salam waahmatullahi wabarakatuhu.

Anda tidak bisa memutuskan dengan tepat sebelum anda dan suami saling jujur dalam masalah yang sedang anda hadapi. Apakah anda benar-benar mau melakukan gugatan cerai? apakah suami anda benar-benar lebih memilih selingkuhannya? Jika suami anda benar-benar mau kembali kepada selingkuhannya dan benar-benar mau meninggalkan anda, pasti dia secara jantan akan menceraikan anda dan tidak menyerahkan keputusan cerai itu kepada anda. Dan jika anda jujur dan serius ingin bercerai dengan suami anda, maka kesempatan yang dia berikan untuk melakukan gugatan cerai akan segera anda ambil. Jangan-jangan anda dan suami sebenarnya masih saling mencintai. Semoga.

Agar tidak salah dalam mengambil sikap dan tidak terjadi penyesalan dikemudian hari, lakukanlah musyawarah secara jujur dan terus terang. Musyawarah untuk mencari titik temu dalam mensikapi masalah yang sedang dihadapi. Musyarawah menjadi jalan tengah untuk menyampaikan keinginan masing-masing. Dan hendaknya musyawarah menjadi kebiasaan dalam menyelesaikan segala urusan. Allah swt berfirman:

بِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ

Artinya: "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya".

Jika suami dan istri saling ngotot dengan pendapatnya sendiri, yang terjadi adalah keduanya saling menjauh. Dengan bermusyawarah hati semakin dekat dan kasih sayang semakin bersemi dan akhirnya hati kembali menyatu.

Dalam masalah yang sedang anda hadapi, kami menyarankan agar anda mempertahankan keutuhan keluarga yang sudah anda bangun. Diantara pertimbangannya:

  1. Status menikah dan berkeluarga secara umum lebih baik daripada bercerai. Kecuai keluarga itu tidak lagi bisa dipertahankan karena problem yang berat yang tidak mungkin lagi suami dan istri bersatu kembali. Perceraian adalah perkara yang diperbolehkan tapi dibenci.
  2. Jika anda tidak memiliki alasan yang dibenarkan syariat untuk melakukan gugatan cerai, hanya sekedar alasan nafsu belaka, anda akan diancam Allah dengan dijauhkan dari baunya surga. Rasulullah saw bersabda:

أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلاَقَ فِي غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ.

Wanita mana saja yang minta cerai dari suaminya tanpa adanya alasan, maka ia tidak akan mencium bau wanginya Surga (HR. Ibnu majah, Abu Dawud dan Tirmidzi)

  1. Jika anda tetap mendampingi suami anda maka suami anda tidak akan diterima oleh perempuan yang menjadi selingkuhannya. Anda lebih berhak atas suami anda daripada selingkuhannya.
  2. Suami anda melakukan gambling jika dia menerima syarat selingkuhannya agar bisa menemuinya, yaitu berpisah dengan anda. Apa yang menjadi jaminan bahwa suami anda akan diterima oleh selingkuhannya jika telah berpisah dengan anda. Bagaimana jika anda dan suami benar-benar berpisah dan ternyata dia mengkhianati janjinya? suami melepas anda, tapi dia diabaikan selingkuhannya. Sudah jatuh tertimpa tangga.
  3. Tinggalkalkan yang meragukan dan pegang erat yang meyakinkan. Rasulullah saw bersabda:

عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ الحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ سِبْطِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَيْحَانَتِهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: حَفِظْتُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعْ مَا يَرِيْبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيْبُكَ.

رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَالنَّسَائِيُّ، وَقاَلَ التِّرْمِذِيُّ: حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ.

Dari Abu Muhammad Al-Hasan bin ‘Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kesayangannya radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Aku hafal (sebuah hadits) dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Tinggalkanlah yang meragukanmu lalu ambillah yang tidak meragukanmu.’” (HR. Tirmidzi, An-Nasa’i. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih) (HR. Tirmidzi, no. 2518; An-Nasa’i, no. 5714. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Hati-hati dengan tipu daya iblis dalam menjerumuskan manusia. Bisa jadi kejujuran  yang tiba-tiba disampaikan suami menjadi sarana iblis untuk sebab terjadinya perceraian. Keberhasilan tertinggi iblis adalah ketika dia mampu menceraikan suami-istri. Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ إِبْلِيْسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِيْءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُوْلُ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا فَيَقُوْلُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا قَالَ ثُمَّ يَجِيْءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُوْلُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ قَالَ فَيُدْنِيْهِ مِنْهُ وَيَقُوْلُ نِعْمَ أَنْتَ

“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut) kemudian ia mengutus bala tentaranya. Maka yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, “Aku telah melakukan begini dan begitu”. Iblis berkata, “Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatupun”. Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, “Aku tidak meninggalkannya (untuk digoda) hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya. Maka Iblis pun mendekatinya dan berkata, “Sungguh hebat (setan) seperti engkau” (HR Muslim )

Demikian yang bisa disampaikan semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc