Status Perceraian

Pernikahan & Keluarga, 13 September 2021

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh, maaf ustadz izin bertanya, ada saudara sy yg  dijatuhi talak oleh suaminya. Posisinya saat itu dia sedang kambuh tantrum krn ada sedikit gangguan psikis. Dan sy tau jika saudara sy itu tantrum dia bnr2 tidak terkendali ustadz, guling2 dilantai, jedotin kepala di tembok, bilang2 minta cerai. Dengan demikian suami saudari sy ini menjadi ikut emosi bingung, stress dan sangat pusing (kadar pusing nya sampai sudah tidak bisa diajak diskusi). Suami saudari sy ini saat itu menyuruh saudari sy utk ke rumah orangtuanya dulu agar dia bisa diam, tapi karena saudari sy ini keadaannya tantrum hilang kendali dia tidak mau ke rumah orangtuanya, dan suaminya saking sdh pusing dan sepertinya yg mendominasinstress dan bingung sehingga suaminya bilang 'yasudah cerai saja'. Itu bagaimana hukumnya ustadz,? Padahal suami saudari sy itu sangat bnr2 mencintai istrinya dan bilang gitu agar saudari sy itu diam. Apalah talaknya sah ustadz,? Sudah talak 3 tapi suami dan saudari sy masih was2. Jazakumullah khairan Ustadz.



-- Qonita (Yogyakarta)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Ulama sepakat bahwa talak jatuh atau sah jika dilakukan oleh suami yang berakal, baligh dan mampu memilih, tidak terpaksa. Dan mereka berbeda pendapat pada talak yang dijatuhkan suami yang gila, mabuk, keliru, marah dan tidak sengaja.

Jika suami saudari anda itu menceraiakan istrinya dalam keadaan tertekan secara mental dan akal, sehingga tidak bisa berfikir secara jernih sampai kehilangan kesadaran dirinya dan tertutupnya akal maka, talaknya itu tidak sah. Rasulullah saw bersabda:

 ﻻَ ﻃَﻼَﻕَ ﻭَﻻَ ﻋِﺘَﺎﻕَ ﻓِﻲْ ﺇِﻏْﻼَﻕٍ

Tidak ada Talak dan membebaskan budak dalam keadaan (hati/akal) tertutup” (HR Abu Dawud, Ahmad,Ibnu Majah dan Hakim)

Tetapi jika suami saudari anda itu mentalak dalam keadaan masih bisa berfikir baik dan memiliki kesadaran atas apa yang dia ucapkan, maka talak yang dijatuhkannya sah.

Kami tidak bisa memberi penilaian secara tegas dan jelas terkait talak yang dia lakukan. Karena suami saudari itu yang bisa mengukur kondisi mental dan akalnya saat dia mengucapkan talak da apa niatnya dia mengucapkannya. Karena itu biarkan dia yang menilainya dan memutuskannya. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc