Suami Mengucapkan 3 Kali Kalimat Talak Dalam 1 Kali Masa Suci

Pernikahan & Keluarga, 14 September 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum Ustad, mau tanya apa hukumnya suami menjatuhkan talak sebanyak tiga kali, misal suami menelfon istri dalam keadaan emosi yg memuncak, lalu berkata tak talak kowen ( saya talak kamu) dan mengeluarkan nama2 binantang seperti anjing, Monyet dll, lalu mematikan tlfonnya, lalu sang istri menelfonya lagi dan suami berkata seperti itu lagi diiringi dengan kalimat2 kekesalan yg lain, lalu mematikan telfonnya lagi, lalu sang istri menelfon lagi sebelum sang Istri berkata suami berkata talak lagi untuk yg ketiga kalinya , kejdian itu tidak lama dan hanya beberapa menit saja, ... sudahkah jatuh talak tiga atau talak 1 

Ada pendapat jatuh talak satu krn talak itu dihitung kejadiannya dan bukan bilangannya 

dan ada pendapat bahwa talak tiga itu harus ada proses rujuk sebelumnya yaitu 2 kali rujuk 

Apa hukumnya jika suami pada saat itu menjatuhkan talak dalam keadaan emosi yang memuncak dan tidak terkontrol ucapannya, dalam keadaan terpaksa dalam dirinya , dia lupa dengan jumlah kalimat talak yg diucapkannya , dan tidak ada niat talak dalam hatinya untuk manalak istinya , serta tidak tau jika ucapannya itu dapat mengakibatkan jatuhnya talak tiga , 

Terima kasih ustad 🙏



-- Ayu (Tegal)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Menanggapi pertanyaan yang anda sampaikan ,dapat kami tinjau dari dua hal: Talak saat marah dan talak tiga dalam satu majlis.

  1. Talak saat marah.

Suami yang mengucapkan kalimat talak dalam keadaan marah yang menutupi kesadarannya,  sehingga tidak menyadari apa yang dia ucapkan dan tidak bisa mengendalikan kemauannya, talaknya tidak sah. Rasuullah saw bersabda:

 ﻻَ ﻃَﻼَﻕَ ﻭَﻻَ ﻋِﺘَﺎﻕَ ﻓِﻲْ ﺇِﻏْﻼَﻕٍ

Tidak ada Talak dan membebaskan budak dalam keadaan (hati/akal) tertutup” (HR Abu Dawud, Ahmad,Ibnu Majah dan Hakim)

Tetapi jika suami mentalak istri dalam keadaan marah,tetapi masih mampu mengendalikan kehendak dan mampu menyadari apa yang dia ucapkan, maka talaknya sah.

  1. Talak tiga dalam satu majlis.

Talak itu ada dua macam: talak sunnah dan talak bid’ah. Talak sunnah adalah talak yang dijatuhkan sesuai dengan syariat. Yaitu talak yang dijatuhkan kepada istri yang sudah pernah digauli dan dalam keadaan suci. Dan talak dijatuhkan  sesuai dengan jeda waktu yang telah ditetapkan syariat. Tidak dijatuhkan dalam satu kesempatan atau satu majlis. Allah berfirman:

الطَّلَاقُ مَرَّتَانِ ۖ فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌ بِإِحْسَانٍ

Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma'ruf atau menceraikan dengan cara yang baik.  (QS. Al Baqarah:229)

Adapun talak bidah adalah talak yang dijatuhkan suami kepada istri dengan cara yang tidak sesuai syariat. Seperti talak yang dijatuhkan pada saat haid, dijatuhkan setelah dikumpuli atau talak tiga yang di jatuhkan dalam satu kesempatan, contoh perkataan suami :”kamu saya talak tiga” atau perkataan suami:”kamu saya talak, kamu saya talak, kamu saya talak” diucapkan tiga kali dalam satu kali kesempatan.

Para ulama berbeda pendapat tentang sah dan tidaknya talak bid’ah. Jumhur atau mayoritas ulama menyatakan bahwa talak bidah itu sah.

Adapun terkait talak tiga dalam satu majlis mereka berbeda pendapat dalam jumlah talak yang jatuh. Apakah jatuh satu talak atau jatuh talak tiga. Jumhur ulama berpendapat bahwa talak jatuh satu, bukan tiga. Diantara dalil yang dibawakan jumhur adalah:

Rukanah bin Abdullah mentalak istrinya tiga sekaligus dalam satu waktu. Lalu ia merasa sangat sedih. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya, “Bagaimana kamu mentalaknya?” Dia menjawab, “Aku mentalaknya tiga kali.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Dalam satu waktu?” Dia menjawab, “Ya.”

قَالَ: إِنَّمَا تِلْكَ وَاحِدَةٌ فَأَرْجِعْهَا إِنْ شِئْتَ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya yang demikian itu adalah talak satu, maka kembalilah jika kamu mau.” (HR. Ahmad)

Dari uraian diatas bisa disimpulkan bahwa talak yang dilakukan dalam keadaan marah yang menutup kesadaran pelakunya tidak sah talaknya. Baik talak diucapkan sekali maupun beberapa kali.

Jika pelakunya masih memiliki kesadaran dan menjatuhkan talak tiga, maka jatuh talak satu dan bisa rujuk.

Demikian yang bisa disampaikan semoga bisa membantu menyelesaikan mendudukkan masalah yang sedang anda hadapi. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc