Istri Mengancam Bunuh Diri

Pernikahan & Keluarga, 29 September 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum.. Ustadz saya dan istri mempunyai masa lalu yg kelam.. Istri saya dulu PSK, status janda, tp karena sama sama ingin menjadi baik kita pun menikah.. Setelah setahun menikah kita mengadopsi anak perempuan.. Usia pernikahan kami sudah jalan 3 tahun. Istri saya kemaren sempet ketauan chatingan dengan 3 pria berbeda, chatingan berbau porno.. Setelah saya introgasi ternyata dia sempet jalan jalan ketika saya sedang bekerja, malah sempet mengirim foto telanjang dia ke laki laki selingkuhan nya, dan sama selingkuhan yang satu lagi dia Video Call telanjang juga, yang lebih parah dia sempat menawarkan untuk menjual diri ke laki laki tersebut, mau diajak berzina..

Setelah saya mengetahui hal tersebut saya meminta untuk cerai, tapi dia tidak mau dan selalu mengancam untuk bunuh diri.. 

Saya harus bagaimana ustadz, jujur saya sudah tidak percaya lagi dengan istri saya, soalnya setelah saya cari info, dulu waktu sama suami nya yg pertama juga dia diceraikan gara gara ketahuan selingkuh. 



-- Rofiq (Kendal)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Sikap saling percaya antara suami dan istri merupakan pangkal utama keharmonisan keluarga, kehidupan sakinah mawaddah wa rahmah. Jika terjadi pengkhianatan atas kepercayaan yang diberikan masing-masing pasangan, akan menjadi pemicu terjadi prahara yang besar dalam keluarga dan terjadinya kedhaliman dalam keluarga.

Untuk menghadapi masalah yang sedang anda hadapi, ada dua pilihan yang bisa anda pilih:

  1. Bersabar dengan kondisi yang ada, sembari terus berusaha memperbaiki agama dan akhlak istri, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik sehingga menjadi istri yang taat kepada Allah swt. Tugas anda adalah menjaga istri dari sengatan api neraka dengan cara mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari perbuatan dosa. Allah berfirman:

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (at-Tahrîm:6)

Niat anda berdua untuk mengubah kehidupan mendatang yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah bisa dilanjutkan sampai tercapai keinginan itu. Ajak istri anda ke majlis taklim dan carikan teman dan lingkungan yang baik yang mendukung usaha anda berdua ke jalan yang diridhai Allah swt. Jadikan shalat dan sabar sebagai penolong dalam mendidik istri anda ke jalan yang lebih baik. Allah berfirman:


وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

"Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk (QS. Al baqarah:45)

Ajarilah dia shalat dengan baik dan jagalah shalat lima waktu, karena shalat mampu menjaga pelakunya dari perbuatan yang tidak baik. Allah berfiman:

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al ‘Ankabut: 45)

  1. Istri anda telah berbuat yang melanggar kehormatan keluarga dan agama. Kebutuhan biologis seharusnya telah terpenuhi karena dia telah memiliki suami. Dia tidak perlu mencari pada orang lain. Jika sudah tersedia yang halal, yaitu suami, buat apa dia mencari yang haram, yaitu berselingkuh dengan lelaki lain.

Adapun ancaman dia untuk bunuh diri, itu urusan dia sendiri, tidak ada kaitan apapun dengan anda. Jika akibat dari perceraian itu dia benar-benar melakukan bunuh diri, maka hal itu diluar tanggug jawab anda. Dia yang menanggung akibatnya sendiri. Setiap orang menanggung dosa sendiri-sendiri. Allah berfirman:

وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى

Seseorang tidak akan menanggung dosa orang lain.(QS. Azzumar:7)

Demikian yang bisa disampaikan semoga bisa menjadi bahan renungan untuk memilih yang paling baik untuk kehidupan anda dimasa yang akan datang. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc