Masa Iddah Gugat Cerai.

Pernikahan & Keluarga, 1 Oktober 2021

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum.

Ustadz, saya sangat bingung dengan masa iddah gugat cerai.

Saya di tinggal suami -+7 tahun, tanpa nafkah lahir dan batin dan tanpa mengetahui di mana keberadaannya.

Saya mengajukan perceraian pada Febuari 2021 (cerai goib) kare ybs tidak di ketahui keberadaanya.

Pengadilan memutuskan kami bercerai pada tanggal 6 juli 2021 tanpa kehadiran ex.suami saya. 

Pada 7 oktober 2021, saya rencana menikah dengan orang yang melamar saya pada tanggal 23 september 2021.

Saya bingung, karena dari pihak KUA tidak mau menikahkan saya dengan alasan masih dalam masa iddah dan harus menunggu masa iddah selesai.

Sebenarnya berapa lama masa iddah untuk gugat cerai?t

Saya sudah 3x suci haid. Dan tepat tanggal 6 oktober 2021 berarti sudah 3bulan dari ketuk palu.

Dan jika saya melakukan nikah siri dulu apa menyalahi syariat islam?

Saya takut dan bimbang. Mohon pencerahannya ustadz.

Terima kasih



-- Anna Meilani (Klaten)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang gugatan cerai/ khulu’. Apakah dia termasuk talak atau fasakh/pembatalan pernikahan. Perbedaan itu berdampak pada konsekwensinya.

  1. Mereka yang berpendapat gugatan cerai/khulu’ termasuk talak, maka masa idahnya adalah tiga kali haid atau tiga kali bersih.
  2. Mereka yang berpendapat bahwa khulu’ termasuk fasakh/pembatalan pernikahan, maka masa iddahnya adalah satu kali haidh.

أَنَ امرَأَةُ ثَابِت بْنِ قَيْس اخْتَلَعَتْ مِنْهُ فَجَعَلَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِدَّ تَهَا حَيْضَةً

Sesungguhnya isteri Tsabit dan Qais meminta pisah (Al-Khulu) darinya, lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menetapkan iddahnya sekali haidh” (HR Abu Dawud}

Anda telah melewati masa iddah anda, baik gugatan cerai dipandang sebagai talak ataupun sebagai faskh. Maka anda anda sudah diperbolehkan menikah secara agama. Wallahu a’lam bsihowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc