Suami Suka Selingkuh Dan Berbohong Serta Tidak Memberi Nafkah Lahir

Pernikahan & Keluarga, 1 Oktober 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum, 

Bagaimana saya sebagai istri hrs bersikap terhadap suami yg tidak memberi nafkah dan berkali2 ketahuan selingkuh dg perempuan lain.

Apakah saya berdosa jika membuat perjanjian akan menggugat cerai suami setelah anak perempuan kami menikah. Hal itu saya lakukan agar tdk membuat sedih anak saya dan melaksanakn tugas saya sbg ortu utk mengantar anak perempuan kepada suaminya. Anak kedua saya laki2 jd saya tdk hrs menunggu anak laki2 saya menikah.

Saya sdh bertahan dg RT yg seperti ini dr 3 th pernikahan, itu semua saya lakukan demi anak. Tp suami selalu berhohong dan ketahuan selingkuh. Padahal saya tdk pernah dinafkahi secara materi dan kebetulan saya bekerja dan bisa memenuhi kebutuhan RT dan anak2.

Bahkan anak2 oernah tahu jg ttg perselingkuhan ayahnya. Dan kl mereka saya marahi terkait disiplin dan tanggung jawab kadang mereka membandingkan dg ayahnya.

Terus terang saya sudah capek, tp demi anak perempuan saya akan bertahan sampai dia menikah.

Mohon saran apa yg hrs saya amalkan agar bisa sabar menghadapi cobaan ini



-- Retno Sulistyo (Bangkalan Madura)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Ada beberapa cara agar anda bisa bersabar dalam menghadapi ujian hidup dalam berkeluarga. Antara lain:

1. Selalu mengingat besarnya pahala sabar dan keutamaanya. Antara lain: Masuk surga dan selamat dari api neraka.

جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَالْمَلائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ (23) سَلامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ (24)

 (yaitu) surga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya, dan anak cucunya, sedangkan malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan), "Keselamatan terlimpahkan kepada kalian berkat kesabaran kalian." Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. (QS arra’d)

:23-24

2. Allah mencintai orang sabar.

وَكَاَيِّنْ مِّنْ نَّبِيٍّ قَاتَلَۙ مَعَهٗ رِبِّيُّوْنَ كَثِيْرٌۚ فَمَا وَهَنُوْا لِمَآ اَصَابَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَمَا ضَعُفُوْا وَمَا اسْتَكَانُوْا ۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الصّٰبِرِيْنَ

Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar. (QS. Ali Imran:146)

3. Allah membersamai orang yang sabar

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al Baqarah:153)

4. Sabar tanda iman.

 عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ  إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Sungguh menakjubkan urusan seorang Mukmin. Sungguh semua urusannya adalah baik, dan yang demikian itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh orang Mukmin, yaitu jika ia mendapatkan kegembiraan ia bersyukur dan itu suatu kebaikan baginya. Dan jika ia mendapat kesusahan, ia bersabar dan itu pun suatu kebaikan baginya (HR. Muslim)

5. Ingat madharatnya kehilangan kesabaran.

Orang yang tidak memilki kesabaran tidak bisa menerima ketentuan dan takdir Allah. Tidak ada sesuatu yang terjadi dialam semesta ini kecuali Allah telah berikan kentuanya. Semua terjadi atas kehendak Allah swt. Iman kepada qada dan qadar Allah salah satu rukun iman.

6. Ingatlah bahwa dengan sabar anda mendapat kebaikan dari Allah. Sementara orang yang berbuat aniaya kepada anda akan mendapatkan dosa. Bersabarlah karena dibalik peristiwa itu ada pahala yang berlimpah.

7. Ingatlah berat ringannya ujian seseorang tergantung kepada kadar iman dan kesalehannya. Dari Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari ayahnya, ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً

Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

« الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ »

 “Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” (HR.Tirmidzi)

Demikian beberapa poin yang bisa disampaikan semoga membantu untuk bersabar. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc