Masalah Keluarga

Pernikahan & Keluarga, 4 Oktober 2021

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum ustadz/ustadzah

Saya punya masalah keluarga., terutama dengan orang tua di rumah, karena memang saya tinggal bersama, sebenarnya saya takut karena beliau adalah ibu saya... Ibu kandung saya, sebenarnya saya bersyukur bisa mengurus ibu saya meskipun hanya sekedar baru bisa memberi makan belum bisa lebih, saya juga tidak menyuruh beliau kerja / mengerjakan tugas rumah tangga, saya hanya ingin dia istirahat, mkn, ibadah ja,... Tapi beliau katanya kalo ga ngapa2in ga enak cuma makan tidur, jadi beliau suka kadang bantu, masak, atau nyapu, yg kerjaan belum aku selesaikan, karena aku sambil ngurus anak sekolah dan beliau memang msh kuat dan sehat alhamdulillah... Yang jadi masalah nya, dia mengerjakan tugas yg ga aku suruh2 tapi dia suka ngatur2 rmh tangga ku, kebetulan ke2 anakku luar biasa aktif jadi beliau juga ngomel-ngomel in anakku hampir tiap hari, aku dan anakku ada ja dimatanya yg salah, blm lg dibanding 2 kan dgn saudara lah / orang lain lah, bahkan aku dan suami sedang baik2 ja diatur-atur harus kyk dia dulu cara mengatur rmh tangga... Astaghfirullah... Lama2 saya sakit, dan bilang tolong ma klo marah-marah in anak jgn didepan orang tidak baik, malah aku tambah dimarahin anak sama cucu klo dibilangin sama ja..... Tolong nasehati saya klo saya salah dan bagaimana cara mengatasi nya.?? 

Karena saya tidak mungkin pindah, mamaku sudah tua janda lagi,saya baru bisa kasih mkn memang blm bisa bahagia in beliau

Terima kasih



-- Yuniati (Jakarta)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Bersyukur kepada Allah atas nikmat yang Allah berikan, berupa kesempatan untuk berbakti kepada orang tua. Sungguh merugi orang yang tidak masuk surga karena tidak bisa memanfaatkan peluang berbakti kepada orang tua. Rasulullah berfirman:

« رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ». قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ »

“Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.” Ada yang bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda(Sungguh hina) seorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga.”(HR. Muslim)

Mendampingi orang tua memang tidak mudah, perlu seni dan strategi. Sering terjadi ketidak perbedaan pandangan orang tua dan anak-anak yang berdampak pada perbedaan sikap. Orang tua perpandangan harus seperti ini, tapi anak berpandangan tidak harus seperti itu. Misalnya jika ada anak-anak kecil ramai dan banyak tingkah di rumah. Orang tua marah, sementara ayah dan ibu anak itu, yang masih muda menganggap hal itu wajar saja. Anak berharap orang tuanya tidak perlu bekerja dan fokus saja pada ibadah, bersantai dan makan minum saja. Sementara orang tua tidak mau menganggur tanpa ada pekerjaan, sementara kalau dia bekerja pasti akan menimbulkan benturan dengan anaknya dann dampak negative lainya

Untuk meringankan dampak negative adanya perbedaan sikap itu. Ada beberapa hal yang harus anda maklumi sebagai anak:

  1. Orang tuan tidak bisa nganggur.

Orang tua memang secara usia sudah tua, dan secara tenaga memang sudah tidak lagi sekuat dulu. Tapi keinginan untuk beraktifitas masih terus membara. Dan itu baik untuk menjaga kesehatan badan dan emosinya. Berilah kesempatan untuk membantu beberapa pekerjaan yang sesuai dengan kesanggupannya. Tapi berilah batasan apa saja yang perlu dan boleh dia kerjakan dan tidak boleh kerjakan, agar dia merasa berarti dan berguna. Hal itu sangat baik untuk kesehatan badan dan mentalnya. Jika badan dan mentalnya baik, maka akan baik emosinya dan lebih lebih terkendali dalam mensikapi apa yang terjadi di rumah itu, sehingga akan lebih sedikit marahnya. Karena itu tetap berikan kesibukan yang terukur agar sesuai dengan kesanggupannya, bukan sesuai kemauannya. Tawarkan kegiatan di luar rumah seperti mengikuti pengajian, arisan atau kegiatan sosial. Apalagi dia masih kuat dan sehat. Bertemu dengan teman yang seusia menjadi kebaikan bagi pikiran dan badanya

  1. Orang tua ikut campur tangan dalam urusan rumah tangga.

Sering didapati orang tua kita mengatur-atur urusan rumah kita. Disini diperlukan batasan yang jelas hal-hal yang harus anda kerjakan sendiri dan hal lain yang bisa dia bantu. Berikan juga pemahaman bahwa jaman telah berubah. Waktu ibu anda jadi prang tua, dialah yang berkuasa mengatur rumahnya sesuai selera yang dipandang baik pada jamanya. Sementara masa kini andalah yang berperan jadi orang tua di rumah anda, maka andalah yang berhak mengatur sesuai dengan selera anda dan jaman anda kini.

Sehingga anda tetap memiliki otoritas sendiri tetapi orang tua tetap bisa beraktifitas. Biarkan dia memberikan pandangan dan usulan dalam mengatur rumah tangga, tetapi anda yang menentukan. Lambat laun dia juga akan sadar dan memahami,meski untuk itu perlu waktu.

  1. Dibandingkan-bandingkan.

Anda dan anak anda dibandingkan dengan saudara anda anak-anak nya hal itu wajar terjadi pada orang tua. Karena dia setiap hari melihat anda dan anak-anak anda, sehingga dia akan banyak mendapati sesuatu yang tidak baik menurut pandangannya. Ketauhilah bahwa dia juga akan mengatakan yang sama jika dia tinggal bersama saudara anda. Anda dan anak-anak anda akan dipuji dan saudara anda dan anak-anaknya yang akan diomeli dan dia akan berkata bahwa anda lebih baik dari saudara anda. Karena itu mensikap sikap orang tua yang suka membandingkan itu, sikapilah dengan santai saja dan jangan dianggap terlalu serius.

  1. Ada satu sikap yang harus menjadi dasar dalam beriteraksi dengan orang tua yaitu sikap hormat. Sikap hormat ini harus tetap diberikan kepada orang tua dalam segala keadaan. Jika anda harus menolak atau tidak setuju, maka lakukan itu dengan hormat. Jangan berkata dengan perkataan yang menyakiti hatinya. Allah berfirman:


۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (QS. Al Isra: 23)

Demikian yang bisa disampaikan semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc