Taubat Dari Zina

Pernikahan & Keluarga, 6 Oktober 2021

Pertanyaan:

Assalammualaikum ustadz, sepasang suami istri yang sudah menikah selama 17thn, akan tetapi sebelum menikah dahulu pernah berzina. Setelah membaca sebuah artikel, keraguan meliputi diri suami dan istri tsb. Mereka ber2 tidak ingat lagi, kapan mrk melakukan taubat dari kemaksiatan tersebut dan juga tidak ingat apakah sebelum menikah sudah melakukan taubat atau blom. Apakah pernikahan nya sah bila ternyata sebelum akad nikah belum melakukan taubat atas zina tsb?



-- Mulya (Pontianak)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Akad nikah yang dilakukan orang yang pernah bermaksiat seperti berzina dan belum pernah bertaubat, akadnya sah, selama syarat dan rukunnya terpenuhi. Taubat dari dosa zina bukan syarat atau rukun sahnya akad nikah.

Jika anda dan istri pernah berzina, dan anda ragu apakah sudah pernah bertaubat atau belum, sebaiknya anda lakukan taubat sekarang agar Allah mengampuni dosa anda dan istri. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya. (At Tahriim : 8)

Taubat adalah kembali kepada jalan yang lurus setelah orang itu keluar darinya. Taubat harus dilakukan dengan sungguh-sungguh agar menjadi taubat nasuha atau taubat yang murni. Cara bertaubat :

  1. Menyesali perbuatan salah yang pernah dilakukannya dengan penyesalan yang sungguh-sungguh.
  2. Melepaskan kesalahan yang pernah dilakukannya seperti melepas pakaian dari badan. Menjauhinya dan tidak mendekatinya kembali.
  3. Bertekad dengan sungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya kembali. Bisa dengan cara pindah dari lingkungan yang buruk ke lingkungan yang baik atau meninggalkan teman yang buruk dan menggantikannya dengan teman yang baru.

Bila kesalahan terkait hak sesama manusia, maka ada tambahan poin lagi yaitu meminta dihalalkan kesalahan yang pernah dilakukannya atau memberi kesempatan kepada korban untuk membalas. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc