Suami Marah Karena Hamil Lagi

Pernikahan & Keluarga, 13 November 2021

Pertanyaan:

assalamualaikum, saya seorang ibu rumah tangga, saya sedang hamil anak ketiga. waktu saya bilang sama suami mas sy hamil lg dy malah marah dan meminta saya utk menggugurkanya,, sy sgt kecewa dg jwbn itu,, dan menangis knp suami tdk bs diajk rembukan mlh marah krn memg kondisi ekonomi kami yg kurg. dy jg sedang tdk bkrj semenjak ppkm itu dan akhirnya sy pamit untuk bkrj sbg art dlm keadaan hamil smp saat ini untuk bs membyar tunggakan bpjs,, dy mlh memaki saya dan sekarang sangat membenci saya sebagai istri apakah salah sy,, sy sgt bingung sy sedih sekali mohon solusinya suami jg tdk mw diajk komunikasi. wassalammualaikum



-- Indra (Sukoharjo)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Dengan adanya pandemi covid-19 berakibat pada menurunnya aktifitas perekonomian dan banyaknya pemutusan hubungan kerja. Itu semua berdampak pada pemasukan keluarga. Maka wajar suami yang memikirkan nafkah keluarga merasa kurang suka dengan berita kehamilan. Dia berfikir dengan bertambahnya anak akan bertambah pengeluaran. Sementara dengan dua anak dan satu istri saja sudah merasa kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga.

Sementara anda sebagai istri tentu sangat kecewa ketika mendapati sikap suami yang tidak menyambut gembira kehamilan istrinya. Respon spontan yang marah dan kecewa dari suami anda tentu sangat menyakitkan hati. Karena kehamilan itu terjadi bukan disebabkan oleh anda saja sebagai seorang istri, tapi itu terjadi karena hubungan suami dan anda. Kehamilan adalah konsekwensi yang harus  ditanggung bersama. Suami anda panik dan bingung bagaimana mensikapinya. Hal itu wajar di tengah kondisi ekonomi keluarga yang sedang tidak baik-baik saja.

Sebagai manusia yang beragama yang percaya kepada Allah harus tahu bahwa segala sesuatu di dunia ini terjadi telah dijinkan dan dikehendaki Allah. Kehamilan, kelahiran, kematian dan yang lain-lain terjadi atas kehendak Allah. Betapa banyak orang yang ingin hamil, tapi tidak bisa hamil. Padahal secara kesehatan tidak masalah. Sementara pada sisi yang lain, banyak orang yang tidak mengharapkan kehamilan dengan beragam cara, tapi akhirnya hamil juga.

Jika semua yang terjadi di dunia ini atas kehendak Allah, maka sebaiknya masalah kehamilan ini dikembalikan kepada Allah swt. Yaitu iman dan yakin kehamilan ini telah ditaqdirkan Allah. Bahwa rejeki telah ditakar oleh Allah. Bahwa yang dikendaki Allah adalah yang terbaik bagi manusia.

Allahlah yang menjadikan manusia itu hamil dan melahirkan. Allah berfirman:

وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur (QS. An Nahl:78)

Allah juga menjamin rejeki setiap manusia yang hidup di dunia ini:


عَنْ جابرٍ -رَضِيَ اللهُ عَنْهُ- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
((لَوْ أَنَّ ابْنَ آدَمَ هَرَبَ مِنْ رِزْقِهِ كَمَا يَهَرَبُ مِنَ الْمَوْتِ؛ لَأَدْرَكَهُ رِزْقُهُ كَمَا يُدْرِكُهُ الْمَوْتُ))

Dari Jabir radhiyallahu 'anhu berkata, berkata Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam: “Seandainya anak adam lari dari rizkinya sebagaimana dia lari dari mautnya, maka niscaya rizkinya akan mengejarnya sebagaimana maut mengejarnya.” [HR Ibnu Hibban]

Bahkan binatangpun dijamin rejekinya

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأرْضِ إِلا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)." (QS.Hud : 6).

Manusia tidak mengetahui sekenario dan rencana Allah kepada manusia. Bisa jadi Allah akan menjadikan sebab kehamilan dan kelahiran anak ketiga anda sebagai isyarat jalan meningkatnya ekonomi keluarga anda. Jalani saja hidup ini dengan penuh optimis, Allah tidak membiarkan hambanNya tanpa rejeki. Yakinlah pasti ada kebaikan dibalik kehamilan anda dan bertawakallah setelah berikhtiar sekuat tenaga. Mereka yang tawakal akan dijamin rejekinya seperti burung. Rasulullah bersabda:

لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا تُرْزَقُ الطَّيْرُ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا

Seandainya kalian benar-benar bertawakkal pada Allah, tentu kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali di sore hari dalam keadaan kenyang.”  (HR. Tirmidzi )

Jangan merasa bahwa rejeki itu hanya karena usaha kita dan hitungan kita semata. ada peran ikhtiar dan ada peran Allah swt disana. Selama manusia hidup akan diberikan jatah rejekinya. Jika telah habis jatahnya maka dia akan mati. Rasulullah bersabda: 

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِىَ رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ خُذُوا مَا حَلَّ وَدَعُوا مَا حَرُمَ

Wahai umat manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rezekinya, walaupun terlambat datangnya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan yang haram.” (HR. Ibnu Majah no. 2144)

Demikian yang bisa disampaikan, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc