Suami Tidak Bekerja

Pernikahan & Keluarga, 16 November 2021

Pertanyaan:

Suami tidak bekerja dan tidak ada penghasilan sudah lebih dr 5 bulan. Ditawarin kerja ini itu selalu ada jawaban ga bisalah. Ga ccoklah. Saya sbg istri bekerja namun tidak cukup. Anak 1 umur 16 bln. Gimana supaya rezeki lancar cukup dan tetap harmonis? Batas kesabaran sudah mau habis karena hutang sudah menumpuk.



-- Tarry (Metro Lampung)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Masing-masing suami dan istri dalam berkeluarga memiliki hak dan kewajiban. Suami yang tidak melaksanakan tugasnya membari nafkah dia telah berbuat dzalim. Kedzaliman harus dijauhi dan hukumnya haram. Rasulullah bersabda:


عَنْ أَبِي ذَرٍّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا رَوَى عَنْ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَّهُ قَالَ يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلَا تَظَالَمُوا

Rasulullah menyampaikan bahwa sesungguhnya Allah telah berfirman: “Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi.(HR. Muslim)

Kewajiban suami dalam urusan rumah tangga menjadi pemimpin dan penanggung jawab urusan semua kebutuhan keluarga. Rasulullah bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ فَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ، وَالعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ، أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Amir (kepala Negara), dia adalah pemimpin manusia secara umum, dan dia akan diminta pertanggungjawaban atas mereka. Seorang suami dalam keluarga adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang istri adalah pemimpin di dalam rumah tangga suaminya dan terhadap anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang hamba sahaya adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya, dia akan dimintai pertanggungjawaban atasnya. Ketahuilah, bahwa setiap kalian adalah pemimipin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas siapa yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kewajiban suami adalah menjadi pemimpin dan penanggung mulai urusan finansial/nafkah sampai urusan anak dan istri. Terkait dengan tugas suami memberi nafkah keluarga Allah berfirman:

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang baik”.(Al Baqarah : 233).

Untuk menyelesaikan masalah suami anda yang tidak mau bekerja, sebaiknya anda membicarakannya dengan keluarga besar anda dan keluarga besar suami karena suami anda sudah berlaku nusyuz. yaitu mengabaikan kewajiban suami atas istrinya. Allah berfirman:

وَإِنِ امْرَأَةٌ خَافَتْ مِنْ بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ إِعْرَاضًا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا أَنْ يُصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًا ۚ وَالصُّلْحُ خَيْرٌ ۗ وَأُحْضِرَتِ الْأَنْفُسُ الشُّحَّ ۚ وَإِنْ تُحْسِنُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Annisa:128)

Keluarga besar anda dan keluarga besar suami harus diberitahu dan diminta untuk melakukan musyawarah atau berdiskusi untuk membicarakan jalan keluarnya agar suami mau bertanggung jawab terhadap keluarganya. Menyembunyikan kemalasan tidak akan menyelesaiakn masalah, suatu saat pasti akan ketahuan juga.

Jika keluarga telah melakukan musyawarah dan telah memberikan solusi tetapi tidak juga mengubah sikapnya maka gugatan cerai bisa menjadi jalan keluar terakhir. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc