Sudah Menyerah Dengan Rumah Tangga

Pernikahan & Keluarga, 21 November 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum...

Saya selama ini iasangat percaya dengan suami, kami menikah sudah 6 tahun, selama menikah kami hidup sangat terbatas, tidak bisa di katakan sejahtera, saya selalu memaafkan dan memaklumi perbuatan suami yg tidak mengerjakan perintah agama, dan akhirnya diamdia jujur ada hal hal yang dia tutupin selama pernikahan suami masih menggunakan narkoba, hati saya hancur, sakit, terpuruk keadaan saya, sangat sulit saya menerima kenyataan, selama ini kami hidup pas Pasan suami malah menghabiskan penghasilannya untuk narkoba, saya sudah menyerah berumah tangga, bolehkah saya meminta berpisah, karena saya tidak sabar menunggu suami untuk sembuh dari narkoba dan kembali membohongi saya. Saya tidak percaya lagi dengan hidup bermasa depan dengan suami



-- Aulia (Medan)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Kami memahami kekecewaan anda kepada suami anda yang telah anda terima dia apa adanya, dan anda tidak menuntut melebihi kemampuan yang ditampilkan olehnya. Kepercayaan anda justru berbuah pahit karena dia telah mengkonsumsi narkoba dengan gaji yang seharusnya untuk keluarga. Dia telah berlaku tidak baik kepada keluarganya.

Suami yang memperlakukan istrinya tidak baik dan mengabaikan kewajibannya termasuk dalam katergori suami nusyuz. Untuk menghadapi suami yang nusyuz agar kembali kepada jalan yang benar,A llah memberikan arahanNya dalam firmanNya:

وَإِنِ امْرَأَةٌ خَافَتْ مِنْ بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ إِعْرَاضًا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا أَنْ يُصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًا ۚ وَالصُّلْحُ خَيْرٌ ۗ وَأُحْضِرَتِ الْأَنْفُسُ الشُّحَّ ۚ وَإِنْ تُحْسِنُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

 

Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Annisa:128)

Langkah-langkah meluruskan suami nusyuz:

Libatkan keluarga besar anda dan keluarga besar suami anda. Hadirkan orang yang bisa mewakili keluarga untuk mengadakan musyawarah untuk menyelesaikan masalah keluarga anda, tujuannya mencari jalan damai agar masalah segera selesai.

Buatlah komitmen perdamaian. Agar tercipta perdamaian, harus ada sikap bersama yaitu saling mengalah dan saling melepas ego masing-masing. Tidak ingin menang sendiri.

Jika segala upaya damai dan upaya menyelesaikan masalah tidak bisa mengubah perilaku melanggar hukum suami anda, maka anda memiliki hak untuk mengajukan gugatan cerai. Tapi sebelum mengajukan gugatan cerai, pastikan bahwa hanya berpisah solusinya.

Seandainya anda masih bisa bersabar, maka sabar itu masih lebih baik. Kejujuran suami anda bahwa dia memakai narkoba bisa jadi menjadi awal tahap kesadarannya dan kesembuhannya. Dan bisa jadi kesabaran anda yang bisa mendatangkan pertolongan Allah swt. Allah berfirman:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

"Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk (QS. Al Baqarah:45)

Demikian yang bisa disampaikan semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc