Suami Melarang Anak Belajar Agama

Pernikahan & Keluarga, 29 November 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum...

Suami saya tidak menjalankan perintah agama, sholat, puasa, dan melangaar semua hukum Allah, judi, mabuk, narkoba. m

Ketika dirumah setiap habis magrib saya punya kebiasaan untuk melatih anak kami yang TK untuk belajar sholat dan ngaji iqro, dengan sedikit paksaan, tetapi suami saya melarang saya dan menyuruh Berhenti mengajari anak sholat dan mengaji. Sementara dia sendiri tidak pernah di lihat anak nya sholat dan ngaji. 

Sementara saya sudah belajar bersabar dan ikhlass dengan keburukan yang dia lakukan diluar rumah, 

Bagaimana ustadz, di apakan suami yang seperti ini ?



-- Aulia (Medan)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

MasyaAllah anda seorang istri yang sangat sabar menerima kondisi suami dengan segala kekurangannya. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmatNya dan membimbing anda tetap istiqomah berada di jalanNya.

Idealnya suami atau ayah adalah yang menjadi penjaga keluarganya dari apa neraka. Diawali dengan menjaga dirinya dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya, kemudian menjaga istrinya dan anak-anaknya dari sengatan api neraka. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.(QS. At-Tahrîm:6)

“Pemilik” keluarga (istri dan anak) adalah suami. Dia adalah penanggung jawab keselamatan keluarganya. Dialah yang seharusnya yang mengajari anak-anaknya mengerjakan ibadah kepada Allah. Tetapi karena kekurangan ilmu dan amalnya tentang Islam maka kewajiban menjaga anak dan keluarga dari sengatan api neraka itu anda ambil alih. Untuk keselamatan keluarga di dunia dan akhirat.

Menghadapi suami yang memiliki kekurangan seperti yang anda sebutkan diatas. Ada beberapa saran yang bisa disampaikan:

  1. Tetaplah istiqomah mengajari anak shalat, mengaji dan amalan-amalan yang lain. Karena itu merupakan kewajiban orang tua. Belajar agama adalah salah satu jalan keselamatan dunia dan akhirat. Jika ayahnya gagal menjaga dirinya dan keluarganya dari api neraka, paling tidak anaknya menjadi anak yang mengerti agama dan menjalankannya sesuai dengan tuntutan dan tuntunan Allah swt.

Istiqomah itu berat, berbanding lurus dengan pahala yang dijanjikan Allah swt. Kontinyu dan terus menerus itu sulit, tapi itu adalah amalan yang paling disukai Allah swt.

  1. Carilah strategi dan kiat untuk tetap mendidik anak dengan baik. Jika anda mengajar sendiri dianggap menimbulkan ketidak nyamanan suami, maka anda bisa mendidiknya di TPQ terdekat. Nanti ketika anak sudah bisa dan mengerti baik dan buruk, maka anak bisa menjadi sebab sadarnya orang tua. Anak kecil bisa menegur orang tuanya yang tidak mengerjakan perintah agama. Dan hal itu bisa menjadi pintu hidayahnya.
  2. Dakwahilah dan ajaklah suami untuk kembali ke jalan Allah swt. Dakwah kepada orang yang lebih tinggi derajatnya (suami) bukan dengan menceramahinya. Tapi dengan dakwah lewat perilaku dan akhlak yang baik. ketika anda dan anak anda menunjukkan perilaku yang baik, maka dia lambat laun akan belajar menyadari kesalahannya. Dan dengan bertambahnya usia maka akan semakin bertambah pula kedewasaannya pula. Banyak orang bertaubat bukan kerena ceramah dan nasehat lisan yang disampaikan, tapi banyak yang bertaubat karena kesabaran dan kebaikan keluarganya.

Disamping itu anda bisa minta orang lain yang lebih dipercaya untuk mendampingi keislamannya. Semoga hal itu bisa mempercepat datangnya hidayah Allah swt.

  1. Tetaplah bersabar dan tunaikanlah shalat dengan baik. karena sabar dan shalat menjadi penolong atas masalah yang sedang melanda keluarga anda,Allah berfirman:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

"Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk (QS. Al Baqarah:45)

  1. Anda termasuk istri istimewa dan seorang muslimah yang menakjubkan. Anda sikapi keburukan dengan kesabaran dan kebaikan dengan rasa syukur, mendidik anak dengan baik, adalah salah satu bentuk rasa syukur. Anda seperti yang digambarkan Rasulullah dalam haditsnya:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ  إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Sungguh menakjubkan urusan seorang Mukmin. Sungguh semua urusannya adalah baik, dan yang demikian itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh orang Mukmin, yaitu jika ia mendapatkan kegembiraan ia bersyukur dan itu suatu kebaikan baginya. Dan jika ia mendapat kesusahan, ia bersabar dan itu pun suatu kebaikan baginya (HR. Muslim)

Demikianlah yang bisa disampaikan semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc