Apakah Pengolok-olok Allah & Rasulullah Diterima Taubatnya?

Aqidah, 28 Desember 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz, 

saya ingin bertanya apakah benar kalau orang yang mengolok - olok Allah dan Rasulullah apakah diterima taubatnya?Saya menonton di youtube "Para ulama berkata diterima taubatnya asalkan tidak diulangi perbuatannya. Jika perbuatannya diulangi maka di sisi ulama ini dinamakan dengan zindiq. Yaitu orang yg murtad lalu taubat lalu murtad lalu taubat, berulang - ulang. Maka ia termasuk jenis munafik zindiq. Maka tidak kita terima taubatnya dan ia dibunuh. Lalu tidak dimandikan, tidak dikafankan, tidak dishalatkan dan tidak dikubur di pemakaman muslimin."

soalan saya :

1. jika seseorang itu sudah bertaubat lalu dia mengulangi perbuatannya yg mengolok - olok itu.. adakah tidak bisa lagi diampuni oleh Allah?

2. Dan adakah orang itu tidak bisa lagi masuk agama Islam?

Wassalamu'alaikum wr.wb



-- Adit (Bandung)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb

Sebasar apaun dosa seorang hamba, apabila ia mau bertaubat dengan benar, maka Allah akan menerima taubatnya, lihat suroh Azzumar (QS,39) ayat ke-53.

Bagi Allah, pintu taubat dan pintun untuk masuk Islam itu senantiasa terbuka lebar bagi semua hamba-Nya, hingga dalam dua kondisi berikiut :

1. Taubat ketika matahari telah terbit dari arah terbenamnya

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan bahwa ketika matahari telah terbit dari arah terbenamnya, maka hal itu merupakan tanda atau isyarat akan segera terjadi kiamat. Dimana dunia akan hancur dan kehidupan berakhir.

Pada saat itu pula lah pintu taubat akan ditutup dan iman serta amal seseorang (yang belum beriman dan beramal) tidaklagi berguna. Sebagaimana Rasulullah bersabda yang artinya : “ Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelumnya itu,” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kemudian dalam surah Al-An'am ayat 158, Allah berfirman yang artinya bahwa, " Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka) atau kedatangan (siksa) Tuhanmu atau kedatangan beberapa ayat Tuhanmu. Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: " Tunggulah olehmu sesungguhnya Kamipun menunggu (pula)" . 

2. Taubat ketika sakaratul maut

Ketika ajal menjemput, tidak ada lagi gunanya seseorang bertaubat meminta ampunan kepada Allah. Sebab pada saat itu pintu taubat telah ditutup, sehingga taubat yang dilakukan adalah taubat yang terlambat.

Sebagaimana firman Allah yang artinya : “ Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang diantara mereka, (barulah) ia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku bertaubat sekarang…’” ( QS. An-Nisa’: 18 )

Demikian, semoga Allah berkenann unuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bioshshwaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA