Talak

Pernikahan & Keluarga, 30 Desember 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum ibu atau pa Ustad, Saya sebagai seorang istri ingin menanyakan bagaimana jika suami dalam 2 bulan yang lalu mengucap talak sudah 5 kali secara bertahap dan sudah ucap rujuk 4 kali , dan suami sekarang minta rujuk lagi ,tp sy tunda 1 bulan ini karena ingin memastikan saya sebagai istri pun masih mau menerima 

dan beberapa hari ini suami terus2an minta rujuk krn bilang nyesel dan khilaf dan ga bisa hidup sendiri

apakah pernikahan tetep bisa dipertahankan , mengingat perceraian pun itu hal yg dbenci Allah . Terima kasih mohon jawabannya ya pa atau ibu 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



-- Maryanah (Tangerang)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Sebelum menjawab pertanyaan yang ada sampaikan, terlebih dahulu perlu dijelaskan kalimat atau ucapan talak. Agar bisa dinilai, kalimat talak itu sah sebagai talak atau tidak. Lafadz atau ucapan cerai atau talak ada dua macam yaitu:

  1. Lafadz sharih atau tegas dan lugas, contohnya: “ kamu saya talak,kamu saya ceraikan “
  2. Lafadz kinayah atau kiasan, kalimat tidak langsung. Contohnya: ”kamu pulang saja ke rumah orangtuamu”. Kalimat itu bisa dimaknai talak bisa pula tidak.

Para ulama sepakat, talak yang menggunakan lafat sharih/tegas dan lugas dan diucapkan dalam keadaan sadar dari suami yang sudah balik dan tidak dalam keadaan terpaksa, maka talaknya sah.

Apakah suami anda telah menjatuhkan talak secara sah? Jika telah menjatuhkan secara sah, maka kita lanjutkan pada pembahasan jumlah talaknya. Terkait talak Allah swt berfirman:

الطَّلَاقُ مَرَّتَانِ ۖ فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌ بِإِحْسَانٍ

Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma'ruf atau menceraikan dengan cara yang baik.  (QS. Al Baqarah:229)

Ayat diatas menjelaskan bahwa talak yang bisa dirujuk atau dinikahi kembali itu dua kali saja. Jika terjadi talak yang ketiga maka tidak bisa lagi dirujuk atau dinikahi kembali. terkait talak, ada bebrapa hal yang harus difahami:

  1. Talak raj’I : Pada masa ini istri yang tertalak menjalani masa iddahdan istri masih harus tinggal bersama suaminya. Pada masa iddah ini suami bisa merujuknya tanpa proses nikah baru.
  2. Talak bain shugra: jika istri telah melewati masa iddah, dan suami tidak merujuknya, maka talaknya berubah menjadi talak bain sughra. Hubungan suami dan istri terputus dan status keduanya tidak ada lagi hubungan apapun. Jika suami ingin menikahi mantan istrinya ini diperbolehkan dengan menjalani proses pernikahan seperti proses nikah awal. Mulai melamar, akad baru, mahar baru dan lain-lainya. Talak seperti itu disebut talak satu.
  3. Talak bain kubra. Jika suami pada talak satu melakukan rujuk (karena masih dalam masa iddah) atau melakukan nikah kembali, kemudian suami ini menceraikan istrinya lagi, maka talaknya ini disebut talak kedua.

Dan jika suami pada talak kedua ini merujuk istrinya atau menikahi kembali, kemudian dia menceraikan istrinya maka talaknya disebut talak ketiga atau talak bain kubra. Setelah talak ketiga ini, suami tidak boleh merujuk atau menikahi kembali istrinya, kecuali istrinya telah dinikahi orang lain dan setelah bercerai/berpisah.

Jika suami anda telah mentalak lebih dari tiga kali, maka anda tidak boleh rujuk atau nikah lagi dengan suami anda sekarang. Status anda dan suami sekarang  bukan lagi sebagai suami dan istri lagi. Wallahu  a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc