Ghasab Dan Halal-Haram

Fiqih Muamalah, 3 Januari 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz, ada beberapa pertanyaan yang ingin saya sampaikan.

1)kalau kita diberi Uang atau benda lainnya oleh seseorang dan pada saat kita menerima Uang/benda tersebut kita memakai/mengenakan pakaian haram (beli dari uang haram,curian,dll ) gmana hukum barang dan transaksinya..? apakah halal atau jadi haram karena saat kita menerima Uang atau barang tersebut kita menggunakan pakaian atau baju haram. apa benar jika kita memakai pakaian haram( beli dari uang haram,curian,dll )maka semua kegiatan/transaksi yang kita hasilkan/lakukan akan jadi haram juga,sedangkan kita belinya dengan uang halal dan barangnya halal. Namun baju yang kita gunakan/pakai saat transaksi,baju haram.

2)jika kita membeli sesuatu ( makanan/buku,dll) dengan uang halal namun saat pergi ke tokonya kita membeli bensin dengan uang haram atau kasus lain kita beli barang di shoopee menggunakan uang halal dan barangnya halal namun paket data hp kita dibeli dengan uang haram,gmana hukum Transaksi dan barangnya ustadz..?

3)apa hukumnya menerima barang pemberian(uang/benda lainnya )/melakukan transaksi ( jual -beli ) sedangkan kita dalam keadaan berhadas(besar/kecil)...?

4)jika kita memakai sabun,detergen,sandal,dll milik orang serumah ( anak memakai detergen orang tua,adik memakai baju,sandal kakaknya ) tanpa izin dahulu karena sudah menjadi kebiasaan seperti itu. apakah termasuk ghasab ustadz...? Maaf sebelumnya jika terlalu banyak pertanyaan. terimakasih ustadz.

 



-- Catur (Jember)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

1), Transaksi hibah atau hadiah atau infaq yang anda lakukan dengan memakai pakaian haram itu tidak berpengaruh pada hukum halalnya hibah tersebut, yang haram itu adalah adalah pakaian yang anda pakai, sementara hibahnya insya Allah tetap sah

2). Idem, seperti jawaban yang nomor satu

3). Untuk melakukan transaksi dalam muamalat (hibah, bisnis dll) tidak ada kewajiban harus dalam keadaan suci, dalam keadaan berhadats besarpun diperbolehkan

3). Ghasab itu adalah memakai barang orang lain, tanpa dengan seizinnya, sementara yang memiliki barang tidak rela apabila kita memakainya, tetapi ketika pemilik barang rela untuk dipakai barangnya meskipun tanpa izin, maka itu boleh dan tidak termasuk dalam kategori gashab

Demikian, semoga Allah memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA