Nikah Gaib

Pernikahan & Keluarga, 3 Januari 2022

Pertanyaan:

Assalamualikum Ustadz

 Saya mau bertanya....

Apakah nikah gaib sesama manusia yg disaksikan khodam itu ada dan sah?

Setelah solat berjamaah saya baru saja menjalankan hal tsb (nikah gaib) dengan pria yg sy kenal sudah lama... tujuannya untuk selamat dunia akhirat....diakhir akad sy dan dia meminum air putih bercampur kertas yg sudah terbakar (isi kertas: janji berbakti kepadanya dunia akhirat...sbg mas kawin) 

Beliau mmg mempunyai ilmu kebatinan...dan serba tau segala sesuatu yg berhubungan dengan sy..yg akan dtg ataupun di masa lampau….dan itu benar…

 

Sy mohon sekali agar dapat membalas pertanyaan sy ini krn sy awam dengan dunia metafisika.....

 

 

 

 

 

 



-- Dewi (Bandar Lampung)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabaarakatuhu.

Menikah itu menghalalkan yang haram. Menikah itu menyatukan dua insan berbeda jenis dalam ikatan suci. Menikah itu menyatukan dua keluarga besar. Menikah itu melimpahkan tanggung jawab orang tua kepada suami dan istri dan menikah itu menyempurnakan setengah agama seorang muslim.

Menikah itu diawali dengan ta’aruf atau saling mengenal, dilanjut dengan khitbah atau meminta mempelai putri kepada orangtuanya, dan puncaknya adalah akad nikah yang disaksikan oleh dua orang saksi yang terpercaya yang mengenal kedua mempelai. Rasulullah saw bersabda:

لا نكاح إلا بولي وشاهدي عدل

Tidak ada nikah kecuali dengan wali dan dua orang saksi”. (HR. Ibnu Hibban)

Kemudian dilanjut dengan walimah atau pesta pernikahan yang mengundang orang banyak untuk menjadi sarana mengumumkan status baru kedua mempelai. Rasulullah memerintahkan untuk mengadakan walimah walupun sederhana:

لَمَّا خَطَبَ عَلِيٌّ فَاطِمَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّهُ لاَبُدَّ لِلْعَرْسِ مِنْ وَلِيْمَةٍ.

 “Tatkala ‘Ali meminang Fatimah Radhiyallahu anhuma ia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya merupakan keharusan bagi pengantin untuk menyelenggarakan walimah.’”(HR. Ahmad)

Semua proses itu menunjukkan bahwa prosesi pernikahan itu harus dilakukan secara terang-terangan, tidak sembunyi-sembunyi dari manusia. Karena itu jika ada prosesi  akad nikah dengan gaib dan hanya disaksikan oleh “khadam” maka tidah sah pernikahan itu.

Jika anda dan calon suami anda ingin menikah sah dan wajar sesuai dengan hukum agama dan sah menjadi suami istri maka hendaknya anda menjalani semua prosesi pernikahan itu sesuai dengan aturan agama. Demikian yang bisa disampaikan, wallahu a’lam bishawab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc