Tentang Mertua

Pernikahan & Keluarga, 5 Januari 2022

Pertanyaan:

Bismillah, sebelum bertanya, saya mau ceritakan backgroundnya sedikit. jadi sudah 2 bulan belakangan ini, saya membantu mertua dalam aspek keuangan bisnisnya. Jadi saya yg urus dari awal sampe akhir. Nah di akhir bulan setelah closing, mertua beliin kebutuhan rumah seperti minyak goreng, deterjen, dll sebagai tanda terimakasih untuk saya sudah membantu.

Tapi jujur, saya merasa tidak nyaman, karena:
 
  1. Saya anggapnya itu nafkah suami, apalagi itu rutin setiap bulan. Sementara di kerjaan itu, tidak ada kontribusi suami sama sekali.
  2. Merk-nya terkadang tidak sesuai. Saya termasuk orang yg kalau sudah pake satu merk, ya itu terus tidak ganti-ganti.
 
Saya sudah coba katakan kepada mertua, tidak perlu memberi kebutuhan rumah, karena kami bisa beli sendiri. Tetapi, mertua mengatakan itu hanya hadiah, tanda terimakasih sudah bantu. Beliau juga kekeuh akan memberi lagi setiap bulannya. 

Pertanyaan saya:
 
1. Apakah saya salah jika mengatakan kepada mertua bahwa saya ikhlas membantu dan tidak perlu dibelikan kebutuhan rumah tangga sebagai tanda terimakasih? Saya takut sikap seperti ini dianggap sombong atau tidak bersyukur, sedangkan saya tidak ada niatan untuk bersikap seperti itu. 
 
2. Jika saya tetap terima (barang kebutuhan rumah) setiap bulannya, apakah itu termasuk sedekah saya ke keluarga, karena itu seperti upah dari pekerjaan saya membantu mertua? 
 
3. Jika boleh menolak pemberian, bagaimana sebaiknya sikap yang tidak menyinggung mertua selaku pemberi hadiah?
 
Jazakumullahu khairan. Barakallahu fiikum.

 



-- Ummu Dilara (Bandung)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Alhamdulillah anda diberikan anugerah oleh Allah mertua yang sangat baik. Dan anda menjadi menantu yang baik pula. Semoga kehidupan yang membahagiakan ini berlangsung sampai ajal menjemput. Kehidupan keluarga yang dipenuhi sakinah, mawaddah wa rahmahmah. Keluarga yang dilipahi ketenangan, ketentraman, cinta dan kasih sayang.

Mertua anda orang yang sangat pengertian dan baik. Sementara anda orang yang wara’ dan hati-hati. Dua kepribadian yang sangat baik, karena itu memerlukan pensikapan yang tepat agar tidak berbuah problem dan masalah.

Menjawab pertanyaan yang anda sampaikan, dapat kami tanggapi sebagai berikut:

  1. Tidak ada salahnya anda menyampaikan bahwa anda ikhlas melakukan pekerjaan membantu mertua anda. Cukuplah anda menyampaikannya kepada mertua anda sekali-kali saja. Agar mertua anda mengerti bahwa anda ikhlas melakukan itu semua tanpa pamrih apapun. Jika anda menyampaikan keihklasan anda berulang kali, malah akan berakibat salah sangka. Tunjukkan keihklasan anda dengan amal nyata, biarlah mertua anda memahaminya sendiri dari apa yang anda kerjakan.

Jika anda mengatakan bahwa anda tidak perlu dibelikan segala macam kebutuhan rumah tangga, sangat mungkin mertua anda akan kecewa. Karena bagi orang tua, dapat memberi sesuatu kepada anak atau cucu merupakan kebahagiaan tersendiri. Karena itu syukurilah pemberiannya itu dan terimalah dengan senang hati.

Jika anda merasa kurang cocok dengan merek yang selalu berganti, terimalah pemberiannya itu dengan senang hati, kemudian barang tersebut bisa anda sedekahkan kepada mereka yang lebih membutuhkan. Dengan demikian mertua anda senang dan anda bahagia karena bisa bersedekah.

  1. Mertua anda sudah bilang bahwa apa yang dia berikan bukan upah, tapi hadiah. Karena hadiah dan bukan upah, maka barang yang diberikan kepada anda tidak tetap dan tidak selalu sama. Merek bisa berganti-ganti. Karena hadiah maka anda harus menerimanya dengan senang hati. Dan anda bisa membalas hadiah itu dengan kerja ikhlas tanpa pamrih sebagai hadiah untuknya. Saling memberi hadiah dapat menimbulkan rasa saling mencintai. Rasulullah bersabda:

تَهَادَوْا تَحَابُّوا

Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari)

Karena yang diberikan oleh mertua anda adalah hadiah, maka ketika anda membawa pemberian itu ke rumah, maka hal itu bukan bernilai sedekah. Barang-barang yang anda bawa ke rumah itu merupakan hadiah dari mertua untuk anak dan cucu-cucunya.

  1. Menolak pemberian orang tua sangat berpotensi menyinggung perasaan. Orang tua akan menganggap bahwa pemberiannya kurang berharga atau merasa sudah tidak berarti lagi. Carilah informasi tentang perasaan orang tua ketika pemberiannya ditolak. Tanyakanlah kepada orang tua anda sendiri, maka anda akan mengetahui apa perasaannya jika pemberiannya ditolak meskipun dengan cara yang halus. Karena itu saran kami, terimalah pemberiannya. Setelah anda terima, jika akan tidak membutuhkan, bisa anda infakkan kepada mereka yang membutuhkan.

Demikian yang bisa kami sampaikan. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc