Mengelabui System Perbankan Syariah

Fiqih Muamalah, 16 Januari 2022

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum.  Kelurga saya sedang membutuhkan uang cash sebesar 100jt, saya ingin mengajukan pinjaman ke bank syariah melalui pendanaan jual beli seolah-olah saya ingin membeli mobil adik saya sendiri. Sebenarnya saya tidak berniat membeli mobil adik saya itu, hanya sebuah sandiwara agar bisa mendapatkan pinjaman uang cash. Apakah cara seperti ini dapat menggugurkan kehalalan akad syariah jual beli yang ditawarkan oleh bank syariah? Karena pada hakekatnya saya hanya akan meminjam sejumlah uang yang nantinya akan dikembalikan dengan jumlah yang lebih besar, karea seaungguhnya Allah Maha Tahu isi hati kita.  Nb: Modus "pura-pura" beli mobil ini datang dari seorang pegawai bank syariah itu sendiri, tetap hati saya merasa berat, butuh kepastian hukum nya apakah halal atau riba.  Mohon bantuan tim Konsultasi Syariah atas pertanyaan saya ini.  Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari godaan setan dan tipudayanya untuk melakukan dosa.



-- Wahyu (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Rekayasa pinjam meminjam sebagaimana anda sebutkan, menurut kami termasuk penipuan yang tidak diperbolehkan dalam Islam, yang karenanya seyogya tidak dilakukan

Demikian juga ketika pinjam meminjam itu jadi dilakukan, kemudian anda harus mengembalikan dengan jumlah yang lebih besar dari nominal pinjaman, maka itu adalah riba yang juga diharamkan dalam agama kita, maka metinya juga harus dihindari agar tidak terjebak pada dosa besar

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab'

Wassalaamu 'alaikum wrwb

 



-- Agung Cahyadi, MA