Kalimat Dari Suami Apakah Sudah Jatuh Talak Secara Agama

Pernikahan & Keluarga, 17 Januari 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr. wb. 

Saya dan suami baru berumah tangga 3 tahun. Kami pacaran dari 2015, jadi sekitar 7 tahun kami saling mengenal. 

Kami menikah tapi tidak 1 rumah, saya di kota A dan suami di kota B karena alasan pekerjaan. Suami mengajak saya untuk ikut tinggal bersama, saya turuti namun saya minta bbrp waktu untuk tetap di kota A karena alasan finansial yang ingin saya selesaikan. Suami menyetujui dan ridho. 

Di tahun 2019, ketika anak pertama kami lahir, kami dihadapkan pada 1 masalah bahwa suami saya merasa selama ini tidak bertanggung jawab dalam masalah menafkahi saya, dan dia bertanya ke orang bahwa kami sudah masuk talak 1. Tapi suami tidak mengetahui hal tersebut, dan masalah nafkah saya tidak masalah karna pada saat itu kondisi suami saya sedang drop jadi saya ridho suami belum bisa memenuhi nafkah saya. dari yg saya lihat, suami saya putus asa lalu meminta saya untuk melepasnya. Pada saat kalimatnya adalah "kita udahan ya, lepasin aku." karena saya tidak mau makanya saya tidak mengabulkan permintaannya. Setahun berlalu di tahun ini. Sepanjang tahun kami ada berhubungan suami istri.

Di tahun 2020 karena muncul lagi masalah dia minta untuk di lepas lagi. Krn dia merasa sudah tidak nyaman lagi dengan saya, tidak nyaman dengan keluarga saya merasa tidak bisa menjadi suami yg baik krn blm bisa bertanggung jawab sepenuhnya atas saya dan anak kami dan dia juga memiliki hubungan dengan perempuan lain. 

Kemudian, ada beberapa kalimat dari dia yg dia ucapkan kalo saya perhatikan dia sedang emosi

"aku ngga sanggup hidupin kamu dan y***"

"kamu cari cowo lain saja, bisi ada yg mau"

"kita masing2 saja yah, kamu di kota A dan saya di kota B"

Nanti saya bilang ke orang tua kamu, aku akan kembaliin kamu"

di tahun 2021, masalah hubungan dia dengan perempuan lain masih saja ada. Dan berujung di tanggal 9 November 2021 dia mengucapkan kalimat talak 3 lewat voice note whatsapp dengan ucapan

" aku talak 3 kamu"

" R*** aku talak 3 kamu"

setelah kejadian itu, dia bilang ke saya kalau ingin memperbaiki dan mengatakan ketika ia mengucapkan kalimat tersebut saat dengan emosi karena banyak beban pikiran, pekerjaan, sehingga dia emosi dan merasa tidak bisa melanjutkan dengan saya maka dia berucap seperti itu.

2 bulan dari kejadian itu kami ke pengadilan agama untuk bertanya, apakah ucapan tersebut sudah masuk sah atau belum. dan petugas pengadilan agama mengucapkan bahwa kami masih sah suami istri. talak 3 akan berlaku jika istri nuyuz atau durhaka kepada suami. jika diucapkan ketika sedang emosi tidak sah ucapan talaknya.

Kecuali jika akan diproses secara pengadilan agama.

 

Mohon pencerahannya ustad, apakah kalimat2 tersebut sudah jatuh talak?

Kalau iya, sudah talak berapa? 

Bagaimana caranya supaya  kami dapat menyelamatkan rumah tangga kami?

Mohon maaf ustad jika pertanyaan saya terlalu banyak. Saya bingung ustad, saya ingin perbaiki ini semua agar menjadi lebih baik. dan jika memang masih sah suami istri kami ingin memperbaiki. karena kami ingin sah secara agama maupun negara. kami takut jika ternyata secara agama sudah tidak sah.

 

Terima kasih banyak ustad. 



-- Reni R (Bekasi)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Untuk menjawab pertanyaan diatas, perlu didudukan beberapa hal berikut ini:

  1. Peristiwa tahun 2019. Suami anda merasa selama ini tidak bertanggung jawab dalam masalah menafkahi dan karenanya merasa telah jatuh talak satu.

Talak tidak otomatis jatuh karena suami tidak menafkahi keluarganya. Apalagi jika istri ridha dengan itu dan tidak mempermasalahkannya.

Demikian pula kata-kata dia : "kita udahan ya, lepasin aku." Juga tidak menyebabkan talak karena anda tidak menyetujuinya. Kalimat itu bukan kalimat yang tegas, tetapi kalimat ajakan dan permintaan. Jika anda menyetujui ajakannya akan jatuh talak. hal itu berbeda jika suami anda tegas mentalak anda dengan kalimat yang tegas, maka tidak perlu mendapatkan persetujuan anda. anda setuju atau tidak, talak akan jatuh. Seperti perkataan suami: ”kamu saya talak”.

  1. Peristiwa tahun 2020. Terdapat dialog:

"aku ngga sanggup hidupin kamu dan y***"

"kamu cari cowo lain saja, bisi ada yg mau"

"kita masing2 saja yah, kamu di kota A dan saya di kota B"

“Nanti saya bilang ke orang tua kamu, aku akan kembaliin kamu"

Kalimat-kalimat diatas tidak bisa serta merta dipahami sebagai talak. Kalimat dialog diatas memerlukan tanggapan dari anda. Jika anda tidak pernah merespon kalimatnya dan suami anda tidak pernah mengucapkan talak-baik langsung maupun tidak langsung-maka belum terjadi talak.

  1. Peristiwa tahun 2021. Suami anda mentalak anda dengan talak tiga sekaligus,dengan kata-katanya:" aku talak 3 kamu" " R*** aku talak 3 kamu"

Terkait talak tiga sekaligus. Para ulama berbeda pendapat tentang nilai talaknya. Apakah jatuh satu talak atau tiga talak. Beberapa Negara Islam, termasuk Indonesia mengambil pendapat bahwa talak tiga dinilai satu talak.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa talak yang jatuh kepada anda adalah satu. Karena masih satu maka anda diperbolehkan untuk rujuk atau menikah kembali

  1. Satu cara memperbaiki keluarga anda adalah dengan berkumpul dan tinggal bersama satu rumah, tidak tinggal berjauhan. Karena tinggal terpisah membuat anda dan suami tidak bisa saling memberi hak dan tidak bisa mengerjakan kewajiban masing-masing. Hal itu berdampak pada hilangnya keharmonisan keluarga. Dampak dari tidak adanya keharmonisan dapat menimbulkan perselingkuhan dan menyeret kepada perzinaan. Karena itu sebaiknya anda berdua tinggal bersama apapun resikonya demi menyelamatkan keluarga.

Orang yang berniat dan bertekat menikah karena ingin menjaga kehormatan dan harga dirinya layak mendapat pertolongan Allah swt. Semoga dengan anda tinggal satu kota dan satu rumah Allah mudahkan kebutuhan finansial anda. Rasulullah saw bersabda:

ثَلَاثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللهِ تَعَالَى عَوْنُهُمْ : الْمُجَاهِدُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ وَ الْمُكَاتَبُ الَّذِيْ يُرِيْدُ الْأَدَاءَ وَالنَّاكِحُ الَّذِيْ يُرِيْدُ الْعَفَافَ 

Ada tiga golongan, Allah mewajibkan atas Dzatnya untuk membantunya: (yaitu) Orang yang berjihad di jalan Allah, orang yang menikah untuk menjaga kehormatan diri dan budak yang berusaha membeli dirinya sendiri hingga menjadi orang merdeka “. (HR. Ahmad & at-Tirmidzi)

Deimikian yang bisa disampaikan,semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc