Najis Yang Sudah Menyebar Kemana-mana

Aqidah, 20 Januari 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz, saya seorang anak yang tidak terlalu pintar, tadi malam saya bangun lalu sholat tapi saya tidak tahu bahwa saya sudah kencing di kasur, apakah kencing itu dimaafkan ?, dan kencing itu terjadi karena adanya AC, sehingga lingkungan dingin 

Lalu saya sholat pas sholat saya menahan kencing yang sudah banyak, sebelum sholat saya sadar bahwa ada air di lantai, saya pikir itu hanyalah air dari kamar mandi saya, lalu saya sholat, setelah selesai sholat saya ke kamar mandi, dan menyadari bahwa saya sudah kencing pas tidur, apakah benda yang terkena kasur bantal dan sebagainya dimaafkan ?

Lalu saya keluar dari kamar mandi [saya juga sudah ganti celana dan membersihkan diri], yang saya sadari bahwa sarung saya sudah kena juga, lalu saya terus di bak  

Lalu saya pergi mengambil tissue untuk bebasahan yang ada dikamar tadi, untuk sekiranya itu adalah najis

Lalu saya pergi mengecek kasur dan bantal dan guling, ternyata tidak ada bebasahan [selihat dan sepikir saya], lalu saya berpikir bahwa itu adalah najis hukmiyah, lalu saya semprot dengan air, apakah mereka sudah suci ?

Lalu saya menyadari juga ada selimut saya, tapi saya tidak tahu dimana letak najis kencing yang terkena lalu saya lipat selimutnya dan berharap yang terkena ada didalam, dan membiarkan untuk membuat nya menjadi najis hukmiyah 

Lalu paginya saya was was karena saya ingat bahwa sarung ada najisnya, lalu anggota keluarga sudah bangun, saya jadi panik dan was was bahwa najis sudah kemana mana, tapi saya memikirkan nya lagi bahwa kalau najis yang ada di sarung udh berpindah tapi kan lingkungannya dingin ada AC dan menjadi najis hukmiyah,  

Lalu saya mandi dan pergi ke sekolah dan sadar tentang najis yang ada di sarung tadi 

Saya sadar lagi bahwa anggota keluarga juga perlu ke kamar mandi dan saya panik lagi yang najis tadi karena belum saya bersihkan, saya sekarang was was dan panik

Sekarang sudah sore dan saya semprot rumah, dan kasur yang terkena juga, dan juga selimut nya 

 

Jadinya bagaimana apakah najis tadi dimaafkan atau tidak ?

 

 

 

 

 

 

 

 

 



-- Erza Dwiputra (Jakarta Timur)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Kencing itu termasuk najis mutawassithoh atau najis sedang dan wajib dihilangkan dengan menyiramnya dengan air hingga sifatnya tidak lagi meninggalkan bekas (bau dan warnanya) dan bukan termasuk najis yang termaafkan

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bhishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA