Najis Anjing Yg Bercampur Di Pakaian Lain

Thaharah, 9 Februari 2022

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum ustad, saya mau bertanya. Saya mencuci baju yg terkena najis liur anjing bersama pakaian lainnya. Seharusnya kan dipisah dan dicuci dengan debu tp saat itu saya tidak mengetahui dan menjadikan satu pakaian tsb dengan yg lainnya. Saya baru diberi tau beberapa waktu setelahnya dan saya tidak ingat sama sekali baju lainnya yg tercampur apa saja. Mohon penjelasanny apa yg sebaiknya saya lakukan



-- Sania A (Sawahan)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Jilatan ajing atau air liurnya bila mengenai wadah atau pakain, maca cara mencucinya adalah dengan menyiramnya sebanyak 7 kali dan yang pertama dengan debu, berdasarkan hadits Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

إذا ولغ الكلب في إناء أحدكم ، فليرقه ، ثم ليغسله سبع مرات

“Apabila ada anjing yang menjilati wadah kalian maka buanglah isinya, kemudian hendaknya dia cuci sebanyak tujuh kali.”

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan dalam kitabnya yang berjudul “Al-Majmu’ “, bahwa siraman debu atau tanah dianjurkan pada basuhan pertama. Bila tidak memungkinkan, maka boleh dilakukan pada salah satu basuhan berikutnya asal bukan basuhan terakhir atau ketujuh. (Lihat : Al-Majmu’ Syarhul Muhazdzab, 2/600)

Al-Iraqi berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebut bejana secara khusus karena itulah alat perabot yang biasa dijilat anjing.” Berdasarkan dalil tersebut, wajib hukumnya mencuci bejana atau pakaian yang dijilat anjing sebanyak tujuh kali, satu kali di antaranya dicuci dengan tanah. Itu merupakan pendapat Abdullah bin Abbas, Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhum, Muhammad bin Siriin, Thawus, Al-Auza’i, Asy-Syafi’i, Ahmad, Abu Tsaur dan lainnya.

Berdasarkan hal tersebut, seyogyanya pakaian anda yang biasa anda pakai (karena anda yang mengetahui secara pasti) kembali anda cuci sebanyak tujuh kali dan pertama dicampur dengan debu

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA