Tafsir Mimpi

Lain-lain, 12 Februari 2022

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum ustadz/usadzah...

Saya beberapa kali bermimpi tentang seseorng yang sama. Dia orang yang saya kenal. Malahan dulu pernah dijodohkan oleh ortu kami masing2 dan kami masih ada hubungan saudara. Namun sayang takdir Alloh SWT tidak mempersatukan kami.

Dulu pihak perempuan pernah menanyakan perihal perjodohan kami walau tersamar. Namun tidak saya iya kan, krn waktu itu saya blm lulus kuliah (saya mahasiswa lama yg telat lulus) sdgkan dia sudah lulus dan bekerja. Sebenarnya alasan saya krn saya malu bila saya tidak bs menafkahi nya kelak. Saya malu pada keluarganya. Dlm hati saya ingin dan memang perempuan itu sudah saya sukai sejak kecil, krn kami sudah kenal baik. 

Komunikasi kami berjalan lancar. Dan dia selalu menyemangati saya supaya lulus kuliah. Hingga suatu hari dia mengabarkan akan (terpaksa) menikah dengan pria satu kantornya, krn mengingat umur dia yg sudah matang (kala itu dia sudah 26 th). Pdhl sebelumnya dia bercerita sedang didekati pria tsb dan dia tidak mau krn tidak suka. 

Saya memaklumi nya, walaupun dlm hati saya kecewa, menyesal, namun lebih kpd diri sendiri, knp waktu itu saya tidak bersikap tegas. Saya tidak menyalahkan dia krn menikahi pria lain. Hanya saja rasa penyesalan itu tidak kunjung hilang hingga kini kami sudah sama2 mempunyai anak. 

Lebih menyesal lg saat pd suatu kesempatan saya berbincang dengannya lewat aplikasi chatting. Saya kemukakan penyesalan saya. Dan dia mengatakan kalau dia menunggu saya terlalu lama. Memang benar, kami tidak ada ikatan hubungan apapun selain saudara/kerabat. Namun saya sedikit lega bahwasanya perasaan saya ternyata sama dengannya. Hanya saja takdir berkata lain. Dan semenjak itu kami tak pernah lg berkomunikasi, baik chat, sosmed maupun telpon. Seperti hilang terbang begitu saja. Dan saya rasa itu jalan yg terbaik. 

Semenjak itu terkadang terbersit penyesalan dalam hati saya. Kenapa waktu itu tidak saya tegaskan agar dia menunggu saya lulus kuliah dan menikah. Kenapa tidak saya tunjukkan bahwa saya ada rasa dan harapan pd dia. Bahwa saya ingin dia menjadi ibu dr anak2 saya kelak. Kenapa dan kenapa. Selalu itu pertanyaan saya. 

Dari situlah saya sering bermimpi tentang dia. Dan dalam mimpi tsb saya selalu kemukakan penyesalan saya dan dia memahaminya. Dan dlm mimpi2 itu pula kami sadar kami sudah sama2 menikah. Namun dlm mimpi tersebut lebih menggambarkan kalau kami sedang terikat dlm satu perasaan yg sama. Seperti layaknya org yg menjalin hubungan percintaan. Namun dlm setiap mimpi tsb kami tidak pernah ada adegan suami-istri yah. Hanya seperti mencurahkan perasaan masing2. Dan saya semakin menyesal membuatnya pergi bersama org lain. 

Apa arti mimpi saya ustadz/ustadzah? Apakah ini hanya alam bawah sadar saya yg sptinya blm rela melepaskannya? Atau krn penyesalan saya yg terlalu dalam? Krn saya yakin dia perempuan yg ideal sebagai seorang istri. Pintar, cerdas, pandai bergaul, dan dia seorang wanita karier sbg PNS. Bukannya membandingkan dg istri saya, namun kenyataannya agak jauh rasanya. Dr segi fisik mgkn sama, namun dr segi pemikiran mgkn dia lebih baik, dan mampu mengimbangi pemikiran2 saya. Mohon maaf kalau saya membandingkan dg istri saya. Perlu diketahui saya dan istri tidak ada masalah dan tidak sedang ada masalah. 

Tolong saya ustadz/ustadzah..

Terimakasih, 

Wassalamu'alaikum,, wr. Wb



-- Agus (Cilacap)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Tidak ada gunanya penyesalan. Nasi telah menjadi bubur. Hari telah berganti. Peristiwa telah menjadi sejarah. Agar anda tidak larut dalam penyesalan, maka sadarilah bahwa itu pintu setan yang dipakai untuk menggoda manusia dan menjadikannya tidak bersyukur atas nikmat Allah swt. karena larut dalam pengandaian. Rasulullah saw bersabda:

اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ، وَفِـيْ كُـلٍّ خَـيْـرٌ ، اِحْـرِصْ عَـلَـى مَا يَـنْـفَـعُـكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَـعْجَـزْ ، وَإِنْ أَصَابَكَ شَـيْءٌ فَـلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِـّيْ فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَـذَا ، وَلَـكِنْ قُلْ: قَـدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ، فَإِنَّ لَوْ تَـفْـتَـحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh daripada mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allâh (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, “Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu”. Tetapi katakanlah, “Qadarullah wa ma sya-a fa’al* (hal ini telah ditakdirkan Allâh dan Allâh berbuat apa saja yang dikehendaki-Nya). Karena ucapan “seandainya” akan membuka pintu perbuatan syaitan”. (HR. Muslim).

Memikirkan masa lalu hanya akan menghilangkan semangat dan produktifitas. Larut dalam khayalan dan penyesalan. Menilai diri buruk dan salah. Menutup mata atas nikmat Allah yang tidak sesuai dengan impaiannya. Seakan tidak ada artinya apa yang dianugerahkan Allah sekarang.

Nikmat akan terasa nilai dan harganya  jika disyukuri. Nikmat akan bertambah jika disyukuri. Dengan melihat orang yang berada dibawah kita,akan menghadirkan rasa syukur. Rasulullah saw bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اَللَّهِ عَلَيْكُمْ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Lihatlah orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang berada di atasmu, karena yang demikian itu lebih patut, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Terkait mimpi. Mimpi itu ada tiga macam. Bunga tidur atau bisikan hati, kabar gembira dan godaan setan.Rasulullah bersabda:

الرؤيا ثلاث حديث النفس وتخويف الشيطان وبشرى من الله

Mimpi itu ada tiga macam: bisikan hati, ditakuti setan, dan kabar gembira dari Allah.” (HR. Bukhari)

Sekilas dari cerita yang anda sampaikan, maka mimpi yang anda alami bukan kabar gembira ,tetapi bunga tidur atau bisikan hati, karena anda masih memikirkannya dan godaan setan. Karena anda memikirkan wanita yang telah menjadi istri orang lain. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc